Jum'at, 06/11/2026 09:33 WIB

Pemkab Pasbar Hibahkan 1 Hektare Lahan untuk Pembangunan Gudang Bulog 2027

Simpang Empat, sumbarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menghibahkan lahan seluas 1 hektare di Kompleks Pertanian Padang Tujuh untuk pembangunan Infrastruktur Pascapanen (IPP) atau gudang Perum Bulog yang direncanakan mulai dibangun pada 2027.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan hasil pertanian, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Komitmen hibah lahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, dan Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, di Rumah Dinas Wakil Bupati Pasaman Barat, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Pasaman Barat, Afrizal, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ekadiana Oktavia, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Pembangunan gudang tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027 dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung penanganan hasil panen, terutama komoditas padi dan jagung yang merupakan unggulan sektor pertanian Kabupaten Pasaman Barat.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, mengatakan hibah lahan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pascapanen yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat.

Menurutnya, Pasaman Barat memiliki potensi produksi pangan yang cukup besar. Berdasarkan data produksi dan kebutuhan pangan daerah, produksi padi mencapai 61.213 ton per tahun, sedangkan kebutuhan daerah tercatat sebanyak 60.747 ton. Dengan demikian, Pasaman Barat mengalami surplus produksi padi sekitar 466 ton setiap tahun.

Sementara itu, produksi jagung mencapai 288.600 ton per tahun, jauh melampaui kebutuhan daerah yang tercatat sebesar 63.329 ton. Kondisi tersebut menghasilkan surplus sekitar 225.271 ton per tahun sekaligus memperkuat posisi Pasaman Barat sebagai salah satu daerah sentra produksi jagung.

“Kita memiliki potensi produksi padi dan jagung yang sangat besar. Potensi ini harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar hasil kerja keras para petani dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Ihpan.

Ia berharap pembangunan gudang Bulog tersebut dapat segera direalisasikan sehingga keberadaannya memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Ihpan juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Perum Bulog dalam mendukung pembangunan sektor pangan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mewujudkan Pasaman Barat sebagai daerah yang mandiri pangan, produktif, serta mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pascapanen tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan penyimpanan dan penanganan hasil pertanian daerah, khususnya komoditas padi dan jagung.

Menurutnya, besarnya potensi produksi pangan di Pasaman Barat perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas penyimpanan dan penanganan hasil panen yang memadai. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, hasil pertanian diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal, kualitasnya tetap terjaga, serta memiliki sistem distribusi yang lebih efisien.

Pembangunan gudang Bulog di Kompleks Pertanian Padang Tujuh juga diharapkan mampu mengurangi risiko kehilangan hasil panen, menjaga mutu komoditas pertanian, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Infrastruktur pangan bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi hasil panen petani, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat,” tutupnya. ssc/nir

 

BACA JUGA