Di tengah ketergantungan dunia usaha terhadap teknologi digital, infrastruktur IT menjadi salah satu penopang utama keberlangsungan bisnis. Jaringan internet, perangkat kerja, sistem informasi, hingga perlindungan data memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas perusahaan berjalan tanpa gangguan.
Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, mengatakan perusahaan memang perlu melakukan efisiensi ketika kondisi ekonomi menuntut pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati. Namun, langkah tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap operasional bisnis.
"Efisiensi anggaran memang menjadi hal yang penting bagi perusahaan, terutama ketika kondisi ekonomi menuntut bisnis untuk lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran. Namun, bukan berarti seluruh anggaran IT harus dipangkas. Perusahaan perlu memahami mana kebutuhan teknologi yang bisa dioptimalkan dan mana yang justru harus tetap diprioritaskan," ujar Edward dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pemangkasan anggaran IT tanpa evaluasi menyeluruh dapat menimbulkan persoalan baru. Infrastruktur jaringan yang tidak mendapatkan pemeliharaan memadai, perangkat yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis, serta sistem keamanan yang tidak diperbarui dapat meningkatkan risiko gangguan operasional dan kerentanan terhadap serangan siber.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada aspek teknis. Gangguan jaringan dan sistem dapat menyebabkan aktivitas perusahaan terhenti, pekerjaan tertunda, serta produktivitas karyawan menurun. Dalam kondisi tertentu, insiden keamanan siber juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan mengganggu kepercayaan pelanggan.
Edward mengingatkan, keputusan menunda pembaruan infrastruktur teknologi juga dapat membuat perusahaan menghadapi biaya yang lebih besar pada masa mendatang.
"Jangan sampai perusahaan merasa berhasil menghemat anggaran hari ini, tetapi justru harus mengeluarkan biaya lebih besar akibat gangguan sistem atau masalah keamanan di kemudian hari. Menurut saya, yang perlu dilakukan bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan memastikan setiap investasi IT memberikan manfaat yang optimal bagi bisnis," katanya.
Karena itu, perusahaan disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur IT yang dimiliki sebelum menentukan bagian anggaran yang dapat dihemat. Evaluasi tersebut mencakup kondisi perangkat, kapasitas jaringan, sistem yang digunakan, serta kebutuhan operasional masing-masing divisi.
Langkah ini diperlukan untuk membedakan perangkat yang masih layak digunakan, infrastruktur yang membutuhkan peningkatan kapasitas, dan teknologi yang memang sudah harus diperbarui. Dengan demikian, pengeluaran dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan memberikan manfaat bagi perusahaan.
Aspek keamanan siber juga menjadi perhatian yang tidak boleh diabaikan. Edward menilai perlindungan terhadap jaringan, perangkat, aplikasi, dan data perusahaan tetap harus menjadi prioritas meskipun perusahaan sedang melakukan penghematan.
"Keamanan siber bukan area yang bisa diabaikan hanya karena perusahaan sedang melakukan efisiensi. Pemangkasan anggaran keamanan tanpa mempertimbangkan risiko justru dapat membuka celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Perusahaan perlu memastikan perlindungan yang dimiliki tetap sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risikonya," ujarnya.
Selain memperkuat keamanan, perusahaan dapat mengoptimalkan teknologi yang telah tersedia untuk mengurangi pengeluaran yang tidak efektif. Evaluasi penggunaan lisensi perangkat lunak, kapasitas jaringan, sumber daya IT, serta sistem yang selama ini berjalan dapat membantu menemukan komponen biaya yang masih bisa ditekan.
Investasi teknologi pun tidak harus dilakukan sekaligus. Perusahaan dapat menyusun pembaruan infrastruktur secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, kebutuhan operasional, dan tujuan bisnis jangka panjang.
Edward menegaskan, efisiensi seharusnya tidak dimaknai sebagai penghentian investasi teknologi, melainkan upaya mengelola anggaran secara lebih selektif dan tepat sasaran.
"Efisiensi bukan berarti menghentikan investasi teknologi. Perusahaan perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas, memaksimalkan aset yang sudah dimiliki, dan memastikan setiap pengeluaran memberikan nilai tambah bagi bisnis. Dengan perencanaan yang tepat, perusahaan tetap bisa mengendalikan biaya tanpa mengorbankan produktivitas dan keamanan," tuturnya.
PT Nusa Network Prakarsa merupakan perusahaan integrator sistem yang bergerak di bidang penyediaan solusi teknologi bagi berbagai sektor industri. Perusahaan tersebut mengklaim telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam menghadirkan layanan integrasi sistem dan mendukung kebutuhan transformasi digital dunia usaha. ssc/rel