Arison Ibnur Ibrahim atau Tom Ibnur (15 Mei 1952-23 Oktober 2026) Foto IndonesiaKaya
Bekasi, sumbarsatu.com — Maestro tari Indonesia asal Minangkabau, Tom Ibnur, meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) setelah salat Jumat dalam usia 74 tahun.
Koreografer yang dikenal sebagai “Raja Zapin Nusantara” itu meninggalkan warisan penting bagi perkembangan dan pelestarian seni tari tradisi Melayu, khususnya zapin.
Jenazah Tom Ibnur disemayamkan di rumah anaknya, Gigih Lazuardi Ibnur, di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok A7 Nomor 6, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum akan dimakamkan pada Sabtu (24/10/2026) pukul 08.00 WIB di TPU Kramat Jati.
Tom Ibnur, yang memiliki nama lengkap Arison Ibnur Ibrahim, lahir di Kampung Jawa Dalam, Padang, Sumatera Barat, pada 15 Mei 1952. Kecintaannya terhadap tari zapin tumbuh sejak kecil setelah menyaksikan pertunjukan dalam perhelatan keluarga di Padang. Ia kemudian belajar tari Melayu kepada Darwis Loyang, pendiri Sanggar Alang Babega, serta sejumlah seniman lainnya.
Tom mulai menciptakan tari pada 1968 dan mendirikan Scorrpini Dance Group di Padang pada 1970. Setelah menempuh pendidikan tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia semakin mengembangkan zapin melalui pendekatan koreografi kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Sepanjang kariernya, Tom menghasilkan lebih dari 300 karya tari, di antaranya Maulid, Cik Awang, Zapin Dana Bedana, Zapin, Jepin, Zafin, dan ZapineoZapin. Karya-karyanya dipentaskan di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Australia.
Selain berkarya, Tom aktif melakukan penelitian dan revitalisasi tari zapin di berbagai wilayah Nusantara serta negara tetangga. Upaya tersebut menjadikannya salah satu tokoh penting dalam menjaga keberlanjutan seni tari Melayu.
Atas dedikasinya, Tom menerima berbagai penghargaan, antara lain Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia dan gelar Maestro Seni Indonesia dari Dewan Kesenian Jakarta pada 2012. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia tari Indonesia, terutama bagi pelestarian zapin sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.ssc/mn