-
PADANG, sumbarsatu.com — KABA Festival XII 2026: Tribute untuk Sang Maestro Ery Mefri akan digelar pada 1–2 November 2026 di Gedung Pertunjukan Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Padang, Sumatera Barat.
Festival ini menghadirkan empat pertunjukan koreografi dari seniman Indonesia dan Singapura, pemutaran film dokumenter arsip An Archival Documentary Film: Fragment of a Maestro, serta diskusi bertajuk Bincang Sang Maestro Ery Mefri.
Festival yang mendapat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan memasuki agenda penutup pada Senin, 2 November 2026, mulai pukul 20.00 WIB. Acara diawali dengan pemutaran An Archival Documentary Film: Fragment of a Maestro, kemudian dilanjutkan dengan Bincang Sang Maestro Ery Mefri bersama Hendra Makmur dan Nasrul Azwar, jurnalis sekaligus penulis. Diskusi tersebut akan dimoderatori Yeyen Kiram.
Film yang dieditori Andre Pratama ini merangkai perjalanan artistik Ery Mefri melalui berbagai arsip digital yang merekam aktivitas, proses kreatif, dan peristiwa dalam kehidupannya. Film ini menghadirkan sosok Ery melalui potongan-potongan gambar yang tersimpan dalam dokumentasi selama bertahun-tahun,
Fragmen Kehidupan Sang Maestro
Andre Pratama menjelaskan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu tersimpan dalam satu cerita yang utuh. Selama bertahun-tahun, kamera merekam sebagian perjalanan Ery Mefri, mulai dari panggung dan ruang latihan hingga persiapan pertunjukan, perjalanan, pertemuan, serta berbagai momen yang pada awalnya mungkin tidak dimaksudkan sebagai bagian dari sejarah.
Sebagian rekaman dibuat secara sengaja, sedangkan sebagian lainnya hadir sebagai catatan singkat tentang suatu peristiwa yang direkam oleh orang-orang di sekitar Ery. Dalam film ini, potongan-potongan dokumentasi tersebut dipertemukan kembali untuk membentuk sebuah narasi tentang kehidupan dan perjalanan artistik sang maestro.
Tanpa berusaha merangkum seluruh kehidupannya, film tersebut menyusun potret Ery Mefri melalui fragmen-fragmen visual. Gerak tubuh, suara yang tertangkap kamera, wajah-wajah yang hadir, ruang yang pernah menjadi tempat bekerja, serta jeda di antara berbagai peristiwa membentuk narasi yang bergerak perlahan dari kehadiran menuju ingatan.
Ery Mefri meninggal dunia pada 11 Februari 2026. Namun, film ini tidak menempatkan kepergiannya sebagai satu-satunya pusat cerita. Sebaliknya, dokumentasi tersebut mengajak penonton menengok kembali kehidupan yang pernah dijalani Ery, pekerjaan yang dilakukannya, gagasan yang dibagikannya, serta jejak yang masih dapat ditemukan dalam rekaman-rekaman yang tersisa.
Andre menyebut Fragment of a Maestro sebagai film arsip kolektif yang tidak berpretensi menghadirkan cerita lengkap ataupun memberikan kesimpulan akhir tentang sosok seorang maestro.
“Fragment of a Maestro adalah sebuah film arsip kolektif. Bukan cerita yang lengkap, bukan pula upaya untuk memberikan kesimpulan tentang seorang maestro. Film merupakan pertemuan kembali dengan jejak-jejak kehidupan yang pernah disaksikan dan direkam oleh banyak orang. Sebuah potret yang tidak selesai ketika gambar terakhir berakhir,” kata Andre Pratama.
Melalui pendekatan tersebut, film ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi perjalanan seorang seniman, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara arsip, pengalaman, dan ingatan kolektif.
"Potongan-potongan gambar yang sebelumnya tersebar memperoleh konteks baru ketika disusun kembali, sekaligus membuka kemungkinan bagi generasi berikutnya untuk mengenali perjalanan dan pemikiran Ery Mefri," jelasnya.
Di Antara Waktu, Tradisi, dan Ingatan
Andre Pratama merupakan dokumentaris, pegiat media, dan kreator komunikasi visual yang menempatkan dokumentasi sebagai bagian penting dari upaya merawat ingatan, membangun narasi, serta memperluas jangkauan kebudayaan.
Baginya, karya seni tidak cukup hanya dipentaskan, tetapi juga perlu didokumentasikan, diterjemahkan, dan dikomunikasikan agar dapat terus hidup melampaui ruang dan waktu.
Sejak 2015, Andre menjadi bagian dari Nan Jombang Dance Company. Ia berperan dalam mendokumentasikan perjalanan artistik kelompok tersebut, mengembangkan komunikasi visual, serta menerjemahkan gagasan artistik ke dalam berbagai medium publikasi.
Melalui fotografi, video, desain komunikasi visual, hingga strategi publikasi di media sosial dan media luar ruang, ia turut membangun identitas komunikasi Nan Jombang agar dapat menjangkau publik yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman nilai-nilai yang diperjuangkan kelompok tersebut.
Peran Andre menghubungkan proses kreatif di ruang latihan dengan publik. Ia tidak hanya merekam perjalanan Nan Jombang, tetapi juga menyusun bahasa visual yang memperkuat identitas kelompok, mendukung penyebaran gagasan, serta mendokumentasikan perkembangan artistik yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Berbagai publikasi, arsip visual, dan materi komunikasi yang menyertai perjalanan Nan Jombang dalam satu dekade terakhir menjadi bagian dari upayanya menjaga kesinambungan narasi dan citra kelompok tersebut.
Dalam produksi film dokumenter Tribute untuk Sang Maestro Ery Mefri untuk KABA Festival XII 2026, Andre berperan sebagai konseptor sekaligus sutradara dokumenter.
Melalui karya ini, ia berupaya menghadirkan Ery Mefri tidak hanya sebagai maestro tari kontemporer Indonesia, tetapi juga sebagai pemikir, pendidik, dan penggerak kebudayaan yang turut membentuk cara pandang terhadap tubuh, tradisi, dan kebudayaan Minangkabau.
Film tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap dedikasi panjang Ery Mefri sekaligus upaya merawat jejak pemikirannya yang telah menginspirasi banyak generasi.
Pendekatan dokumenter yang humanis dan reflektif digunakan untuk menempatkan rekaman bukan semata-mata sebagai bukti peristiwa, melainkan sebagai medium untuk memahami perjalanan, gagasan, dan warisan seorang seniman.
Bagi Andre, dokumentasi merupakan bagian dari kerja kebudayaan. Film dokumenter tidak hanya merekam fakta, tetapi juga membangun ingatan kolektif agar gagasan, proses kreatif, dan warisan para pelaku seni tetap hidup, dapat dipelajari, serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui An Archival Documentary Film: Fragment of a Maestro, arsip-arsip perjalanan Ery Mefri kembali dihadirkan sebagai bagian dari ingatan bersama.
Film ini sekaligus menegaskan bahwa kehidupan dan pemikiran seorang maestro tidak berhenti pada kepergiannya. Jejaknya terus berlanjut melalui karya, dokumentasi, pengalaman, dan ingatan orang-orang yang pernah menyaksikan perjalanan tersebut. ssc/mn