Rabu, 12/07/2023 12:54 WIB

Pusat Kembali Respons Sengkarut Danau Maninjau

--

peternak-ikan-membersihkan-keramba-jaring-apung-kja-di-danau-_190823083056-410

peternak-ikan-membersihkan-keramba-jaring-apung-kja-di-danau-_190823083056-410

Agam, sumbarsatu.com- Pemerintah Pusat kembali merespon masalah pencemaran Danau Maninjau.

Selasa (11/7/2023) Kemenkomarves RI berkunjung langsung ke Agam, untuk keperluan tersebut.

Bupati Agam, diwakili Sekdakab Agam, Drs. H. Edi Busti. M.Si mengatakan, masalah Danau Maninjau sudah menjadi perbincangan bersama, yang hingga kini belum kunjung selesai. Danau Maninjau menjadi salah satu danau prioritas nasional, yang akan diselamatkan dan program unggulan di Kabupaten Agam.

“Status danau ini sudah hipertropik, bahkan airnya tidak bisa lagi dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Pencemaran juga menyebabkan berbagai jenis ikan endemik mulai langka di Danau Maninjau.

Menurutnya, pencemaran itu terjadi akibat residu pakan ikan menumpuk menjadi sedimen di dasar danau dan penyebab.

Sesuai pendataan yang dilakukan, terdapat sekitar 23 ribu petak KJA di Danau Maninjau. Jumlah itu jauh melebihi daya tampung yang hanya 6 ribu petak.

Untuk menyelamatkan danau tersebut, brbagai upaya sudah dilakukan untuk penyelamatan danau itu, termasuk penarikan KJA yang tidak berfungsi dari danau.

Dalam upaya penyelamatan danau dimaksud, Pemerintah Pusat harus satu komitmen dengan daerah. Tanpa dukungan Pusat mustahil persoalan ini bisa diatasi.

Menanggapi hal itu, Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Budidaya Kemenkomarves, Rahmad Mulianda mengatakan, pertemuan kali itu bukan hanya bicara rencana tapi juga aksinyata di lapangan.

“Jangan ditunggu lama-lama, langsung eksen saja seperti apa, kapan dilaksanakan dan berapa persen KJA ditarik untuk tahap awal ini,” ujarnya.

Pemkab Agam harus “ full power” di lapangan dalam melaksanakannya. Diharapkan TNI dan Polri juga ikut mendampingi. (MSM)

BACA JUGA