Sabtu, 24/01/2026 10:52 WIB

BMKG Pastikan Dentuman Keras di Wilayah Maninjau Bukan Akibat Cuaca Ekstrem atau Gempa

Padang Pariaman, sumbarsatu.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara dentuman keras yang dilaporkan warga di wilayah Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan sekitarnya, pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, bukan disebabkan oleh cuaca ekstrem maupun aktivitas gempa bumi.

Kepastian tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman setelah melakukan analisis terhadap data pengamatan operasional BMKG menyusul laporan masyarakat dan pemberitaan di sejumlah media.

Berdasarkan analisis radar cuaca dan alat pendeteksi petir, BMKG tidak menemukan adanya kondisi cuaca ekstrem saat peristiwa dentuman terjadi.

“Tidak terpantau aktivitas awan konvektif jenis Cumulonimbus maupun sambaran petir signifikan yang dapat memicu suara dentuman keras di atmosfer,” demikian keterangan resmi BMKG.

Dari sisi kegempaan, hasil analisis jaringan seismometer BMKG juga menunjukkan tidak adanya aktivitas seismik atau gelombang gempa bumi di wilayah Sumatera Barat pada waktu kejadian, khususnya di sekitar Agam dan Pasaman Barat.

Dengan demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan berasal dari aktivitas tektonik atau pergerakan lempeng.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan serta tidak mudah mempercayai informasi yang bersumber dari pihak tidak resmi. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada informasi resmi BMKG dan memantau perkembangan cuaca serta fenomena alam secara real time melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, dan media sosial @bmkgminangkabau.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman, Dr. Decky Irmawan, SE, M.Kom, menegaskan BMKG akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik apabila terdapat perkembangan terbaru terkait fenomena tersebut.ssc/rel

 

BACA JUGA