“Baju Kuruang Basiba” Harus Dikembangkan di Tengah Masyarakat

TUO BUNDO KANDUANG AGAM

Rabu, 10/08/2016 23:26 WIB
Baju Kuruang Basiba

Baju Kuruang Basiba

Agam,sumbarsatu.com-- “Baju Kuruang Basiba” merupakan pakaian khas perempuan Minang. Karena itu harus diperkenalkan dan dikembangkan di tengah masyarakat Minang, termasuk di Kabupaten Agam, ungkap Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Rosmiati, Rabu (10/8/2016).

Pernyataan bernada imbauan itu disampaikannya saat membuka Festival Baju Kuruang Basiba di Medan Nan Bapaneh Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, dalam rangka memperingati HUT Perang Manggopoh ke-108.

Rosmiati mengaku bangga, dan mendukung Pemerintah Nagari Manggopoh menggelar festival tersebut. Yang lebih membanggakan, yang memperagakan baju kuruang dimaksud adalah anak-anak remaja perempuan. Dengan demikian, mereka diharapkan mencintai baju khas Minang tersebut.

"Baju kuruang basiba itu pakaiannya longgar. Cocok dipakai kaum perempuan, baik muda maupun tua," ujarnya.

Ia berharap, festival dimaksud mampu menjadi pendorong kaum wanita untuk berpakaian selayaknya wanita Minang, dan enggan memakai pakaian ketat, yang mestinya bukan pakaiannya.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan, dan menjadi ikon Nagari Manggopoh," ujarnya berharap.

Ketua Panitia Pewlaksana, Megawati mengatakan, kegiatan itu diikuti 26 peserta, yang berasal dari utusan jorong yang ada di Kecamatan Lubuk Basung.

mengikuti festival ini sebanyak 26 orang yang tersebar di setiap jorong yang ada di Kecamatan Lubuk Basung.

Wali Nagari Manggopoh, Ridwan mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT Perang Manggopoh ke-108, perang yang dipimpin seorang wanita pemberani asal Manggopoh. (MSM)

 



BACA JUGA