Jenazah Abrar Yusra Sudah Dibawa ke Lawang, Dimakamkan di Pandam Pekuburan Keluarga Sabtu Pagi

Sabtu, 29/08/2015 00:01 WIB
Jenazah Abrar Yusra tiba di BIM

Jenazah Abrar Yusra tiba di BIM

Padang, sumbarsatu.com—Jenazah almarhum sastrawan Abrar Yusra telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (28/8/2015) sekitar pukul 20.00 WIB.  

Jenazah dibawa dengan penerbanganan komersil Lion Air dari Bandara Soerkarno-Hatta sekitar pukul 17.50 WIB. Sesampai di BIM, anak almarhum Zam Abrar bersama dengan dua orang keluarga lainnya, sudah menanti di bagian kargo. Zam Abrar terlihat tegar kendati terlihat menahan sedih.

Tak banyak keluarga menyambut kedatangan sosok yang tegas ini. Begitu juga dengan sahabat-sahabat almarhum di Padang, juga tak terlihat. Padahal semasa hidupnya, Abrar Yusra eksis sebagai jurnalis, sastrawan, dan budayawan, serta penulis buku yang berkualitas.   

Zam dengan sigap mengurus berbagai hal bagian administrasi kargo bandara. Tak lama. Jenazah pun diangkat ke kendaraan ambulan yang terlihat sederhana. Tampak Indra Sakti Nauli, “murid” Abrar Yusra semasa ia bekerja di Harian Singgalang, membantu menaikkan peti jenazah ke atas kendaraan.

Di ruang tunggu kargo, istrinya, Risda Abrar (67), duduk terhenyak di bangku plastik.

“Maafkan almarhum ya. Selama hidupnya Bang Abrar keras dan tegas. Mungkin banyak yang tak bisa menerima. Maafkan Bang Abrar ya,” kata Risda dengan suara berat kepada sumbarsatu.com dengan mengulang kata “maaf” berkali-kali.   

Risda mengatakan, Edy Utama ikut melepas almarhum menuju Padang, sedangkan Leon Agustu berselisih jalan.

“Tadi Edy Utama ikut melepas di rumah. Bang Leon agak terlambat,” katanya.

Risda bersama anak bungsunya Haikal, keduanya ikut menyertai jenazah orang yang dicintai ini sejak dari Bogor.

“Papa besok pagi (Sabtu) diselenggarakan. Dikebumikan di pandam pekuburan keluarga di Lawang, Agam,” tambah Zam.

Sastrawan Abrar Yusra berpulang ke Rahmatullah pada Jumat (28/8/2015) pukul 07.50 WIB di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat. Abrar Yusra meninggal dalam usia 72 tahun.

Abrar Yusra, jurnalis asal Ranah Minang ini dirawat sejak mendapat musibah serangan stroke pada Senin (24/8/2015).

Abrar Yusra lahir di Agam, Sumatera Barat, 28 Maret 1943 adalah seorang wartawan dan penulis biografi Indonesia. Abrar Yusra telah menulis banyak buku biografi para tokoh Indonesia, di antaranya biografi Selo Soemardjan, Azwar Anas, Amir Hamzah, A.A. Navis serta biografi Hoegeng yang dia tulis bersama Ramadhan K.H. dan biografi tokoh-tokoh Indonesia lainnya.

Sebelum menjadi penulis biografi, Abrar dikenal sebagai jurnalis. Ia pernah jadi managing editor selama 9 tahun di Harian Singgalang yang terbit di Padang, Sumatera Barat. Dia juga pernah menjadi guru di sekolah INS Kayutanam, Sumatera Barat, sebelum menjadi wartawan.

Novelnya yang berjudul Tanah Ombak (2002) meraih penghargaan Hadiah Sastra Mastera (Masyarakat Sastra Asia Tenggara) kategori Karya Kreatif di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2003.

Almarhum meninggal dikarunianya 3 putra dan 1 putri, serta 5 orang cucu. Anak tertua Gafrian Abrar berusia 42 tahun, dan yang bungsu berusia 33 tahun.

“Papa sangat sayang pada Khesya, cucu tertua yang sudah berusia 12 tahun,” kata Zam. (NA)



BACA JUGA