Simpang Empat, sumbarsatu.com — Calon Wali Nagari Lingkuang Aua Jambak nomor urut 1, Dwi Gusmiran, menggelar kampanye terbuka bersama ratusan pendukung di Lapangan Bola Jambak, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (1/10/2026).
Kampanye tersebut menjadi kegiatan terbuka terakhir yang dilakukan Dwi menjelang pemungutan suara Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Lingkuang Aua Jambak yang dijadwalkan berlangsung melalui sistem e-voting pada 5 Oktober 2026.
Kegiatan kampanye diawali dengan pawai yang diikuti puluhan mobil dan sepeda motor mengelilingi kawasan nagari. Setelah pawai, Dwi bersama para pendukung berkumpul di Lapangan Bola Jambak untuk mendengarkan penyampaian visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan untuk masa kepemimpinan delapan tahun. Kampanye juga diisi hiburan musik dengan organ tunggal.
Meskipun hujan rintik-rintik turun, ratusan pendukung tetap bertahan hingga kegiatan berakhir. Dukungan dari kalangan perempuan dan generasi Z juga terlihat dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah sesepuh Jambak turut hadir memberikan dukungan kepada Dwi Gusmiran dalam pencalonannya sebagai Wali Nagari Lingkuang Aua Jambak.
Salah seorang sesepuh Jambak, Rasyid, dalam orasinya menyampaikan dukungannya kepada calon nomor urut 1. Ia menilai pengalaman Dwi Gusmiran sebagai purnawirawan TNI menjadi salah satu modal untuk memimpin pemerintahan nagari dan melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat di kampung halaman.
"Sebagai purnawirawan TNI, Dwi Gusmiran salah satu calon yang sudah lama mengabdi kepada negara dan masyarakat. Sudah saatnya Dwi Gusmiran mengabdi untuk kampung halamannya," ujar Rasyid dalam kampanye tersebut.
Menurut Rasyid, pengalaman Dwi selama menjalankan tugas dinilai dapat menjadi bekal dalam membawa Nagari Lingkuang Aua Jambak ke arah yang lebih baik. Ia juga mengajak pendukung Dwi untuk menggunakan hak pilih pada pemungutan suara 5 Oktober 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Dwi Gusmiran, Suhardi Hartono, meminta para pendukung tetap menjaga kekompakan hingga tahapan pemungutan suara. Ia juga mengingatkan pendukung agar tidak terpengaruh isu yang dinilai tidak jelas dan tetap menjaga suasana pemilihan agar berjalan kondusif.
"Mari kita rapatkan barisan dan ajak sanak saudara untuk mendukung penuh Dwi Gusmiran di TPS," kata Suhardi.
Tokoh masyarakat lainnya, Rajudin, mengatakan Lingkuang Aua Jambak membutuhkan pemimpin yang menurutnya jujur dan adil. Dalam orasinya, ia menyebut Dwi Gusmiran memiliki rekam jejak yang dinilainya sesuai dengan kriteria tersebut.
"Jejak rekam nomor urut 1 sudah jelas dan tidak pernah tersentuh masalah hukum," ujar Rajudin.
Dalam kesempatan itu, Dwi Gusmiran menyampaikan bahwa perubahan di berbagai bidang menjadi salah satu gagasan utama yang ditawarkannya kepada masyarakat Lingkuang Aua Jambak. Ia memaparkan visi untuk mewujudkan nagari yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan dengan semangat gotong royong serta tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Perubahan itu saya tuangkan dalam bentuk visi, yakni mewujudkan nagari yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan dengan semangat gotong royong dan tata kelola yang bersih," kata Dwi.
Dwi juga memaparkan lima misi yang menjadi dasar programnya, yakni peningkatan tata kelola pemerintahan nagari, optimalisasi sektor peternakan dan pertanian, pengembangan UMKM, perdagangan dan jasa, peningkatan pembangunan infrastruktur, serta penguatan nilai keagamaan dan sosial budaya.
Selain visi dan misi, Dwi menyampaikan sejumlah program kerja yang dirancang untuk masa pengabdian selama delapan tahun apabila terpilih. Program tersebut mencakup bidang pertanian dan peternakan, UMKM dan jasa, pelayanan dan transportasi, serta bidang sosial, agama, dan kepemudaan.
"Untuk itu saya minta kepada pendukung, sesepuh, dan masyarakat Jambak untuk datang ke TPS agar visi, misi, dan program kerja yang saya tawarkan untuk delapan tahun ke depan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan," ujar Dwi.
Pemilihan Wali Nagari Lingkuang Aua Jambak diikuti empat calon. Berdasarkan hasil pengundian nomor urut pada 27 Agustus 2026, Dwi Gusmiran memperoleh nomor urut 1, Maisar nomor urut 2, Aton Kahono nomor urut 3, dan Nasir nomor urut 4.
Setelah kampanye berakhir, tahapan pemilihan memasuki masa tenang pada 2–4 Oktober 2026 sebelum pemungutan suara melalui sistem e-voting pada 5 Oktober 2026, sesuai jadwal yang disebutkan dalam kegiatan kampanye tersebut. ssc/nir