Disambut Barongsai, NDB Lestarikan Pembauran

--

Sabtu, 11/02/2023 17:39 WIB

OLEH Indra Martini

Pertunjukan Tari Barongsai sebagai budaya etnis Tionghoa—sama dengan realitas dunia politik negeri ini—juga mengalami pasang surut dan mirisnya pertunjukannya tergantung pada pemerintahan yang berkuasa saat itu. Seharusnya sebagai produk budaya, Barongsai dan budaya Tionghoa lainnya kiranya dapat dilihat sebagai peristiwa budaya dan kesenian yang sama yang biasa digelar etnis lain di negeri ini dalam berbagai iven.

Jadi, ketika Tari Barongsai ditampilkan pada sebuah helat di suatu daerah, dipastikan pembauran etnis Tionghoa dengan masyarakat sekitar berjalan baik dan harmonis serta perlu dilestarikan. Dan itulah yang telah diperlihatkan Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh dalam penilaian Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2022, akhir Juni tahun lalu. Pembauran itu begitu nyata adanya.

Barongsai, sebagai budaya etnis Cina, dipercaya dapat menjaga kesejahteraan, keselamatan, dan kebahagian. Selain dilihat sebagai simbol persatuan dan kerja sama serta membawa keberuntungan bagi yang menontonnya.

“Selamat Tahun Baru Imlek ‘gong  xi fa cai’. Mudah-mudahan di tahun baru ini kita bisa lebih dekat dan terus berkolaborasi untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” ujar Pj. Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat menghahadiri undangan jamuan makan malam peringatan Tahun Baru Imlek 2574 yang digagas HBT (Himpunan Bersatu Teguh) di Kelurahan NDB, Minggu, akhir Januri 2023 lalu.

Rida mengatakan, ke depannya tidak ada lagi persoalan dan permasalahn tentang mayoritas  dan minoritas.

“Kita semua sama. Sama-sama sebagai warga negara Indonesia (WNI). Mari kita bersatu sesuai mars HBT. Bersatu kita  teguh untuk mencapai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua HBT Cabang Payakumbuh, Thomas Wiryo Pranoto mengatakan, sangat gembira atas dukungan dari pemerintah. “Kita semua dapat merayakan Imlek tanpa membedakan suku dan agama,” katanya.

Ditambahkannya, Imlek, sebenarnya bukan perayaan agama. Tapi Imlek adalah penanggalan tanggal satunya Tionghoa. Semua masyarakat Tionghoa, apapun agama dan di manapun berada merayakan Imlek ini. Tahun ini shionya Kelinci.

“Bersama Forum Pembauran, kita   merencanakan Kelurahan NDB sebagai “Kampung Pembauran”. Kita mohon dukungan kepada pemerintah daerah, semoga “Kampung Pembauran” ini bisa terwujud,” ulasnya lagi.

Diamati di lapangan, soal pembauran di Kelurahan NDB sudah tak diragukan lagi. Selain berbaur melalui budaya, saat ini, untuk beberapa iven sosial kemasyarakatan, etnis Tionghoa yang ada juga terlibat. Seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, dan lain sebagainya. Juga di bidang ekonomi. Karena Kelurahan NDB terletak di tengah-tengah kota dan pasar, geliat ekonomi etnis Tionghoa setempat juga berdampak ke masyarakat sekitar.



BACA JUGA