DPRD
Painan, sumbarsatu.com– Gejolak pasca-dirumahkannya ratusan tenaga kesehatan (nakes) honorer di Kabupaten Pesisir Selatan memasuki babak baru. Aliansi Tenaga Kesehatan Honorer yang Dirumahkan resmi mengumumkan rencana aksi damai besar-besaran yang akan digelar di Kantor DPRD Pesisir Selatan pada Rabu, 15 April 2026 mendatang.
Aksi ini merupakan puncak dari rasa kekecewaan para nakes setelah jalur dialog yang sempat ditempuh bersama Pemerintah Daerah (Pemda) di bawah pimpinan Wakil Bupati tidak membuahkan hasil. Sebanyak 359 nakes yang terdampak merasa nasib mereka digantung tanpa kepastian untuk kembali mengabdi di instansi masing-masing.
Menuntut Keadilan dan Status Kerja
Ketua Aliansi, Revilla Nova Amin, SKM, menegaskan bahwa aksi ini murni perjuangan nasib agar para nakes tetap memiliki status kerja yang jelas. Menurutnya, dirumahkannya ratusan nakes ini berisiko memutus peluang mereka dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di masa depan.
"Kami hanya ingin kembali bekerja. Kami bahkan berkomitmen untuk tidak menuntut gaji, asalkan status kami aktif kembali. Hal ini krusial agar saat ada pembukaan PPPK atau PPPK Paruh Waktu, kami memenuhi syarat administratif untuk diusulkan," tegas Revilla dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).
Lima Poin Tuntutan Utama
Dalam surat pemberitahuan yang telah ditembuskan kepada Ketua DPRD dan Kapolres Pesisir Selatan, Aliansi membawa lima tuntutan utama, di antaranya:
- Dipekerjakan kembali di instansi asal masing-masing.
- Kesediaan bekerja tanpa menuntut gaji demi menjaga kontinuitas masa kerja.
- Kepastian syarat pengangkatan untuk formasi PPPK dan PPPK Paruh Waktu.
- Kesetaraan kebijakan, mengingat daerah lain tidak ada yang merumahkan nakes honorer sebelum ada pengangkatan PPPK.
- Pendataan ulang secara valid untuk diusulkan ke pemerintah pusat.
Memanfaatkan Momen Hari Jadi Kabupaten
Aksi damai ini direncanakan berlangsung bertepatan dengan momentum penting daerah. Para nakes menyatakan akan bersikap kooperatif dan tertib menunggu hingga pimpinan serta anggota DPRD menyelesaikan agenda Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan.
"Kami berharap para wakil rakyat memiliki empati dan memperjuangkan nasib kami, sebagaimana rekan-rekan honorer dari sektor guru dan tenaga kependidikan yang tetap dipertahankan (tidak dirumahkan). Kami menuntut keadilan yang sama," tambah Sekretaris Aliansi, Ns. Erni Mariza, S.Kep.
Para nakes berkomitmen akan menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung dan berharap ada komitmen nyata dari pimpinan DPRD untuk membawa aspirasi mereka ke tingkat kebijakan yang lebih tinggi.ssc/mn