Agam, sumbarsatu.com-Pascakemat
Bila terkena sinar matahari, air terlihat berkilauan. Diduga fenomena itu terjadi akibat semburan belerang dan endapan zat kimia yang berasal dari dasar danau. Peristiwa ini biasanya disebabkan oleh hembusan angin ‘darek’ dari arah tmur yang cukup kencang sejak beberapa hari terakhir.
Perubahan warna air Danau Maninjau terjadi di Nagari Bayua, Nagari Maninjau, dan Sungai Batang. Mengapungnya belerang dan sedimen beracun dari dasar danau menyebabkan ikan-ikan di danau mengambang ke permukaan, akibat kekurangan oksigen.
Kondisi demikian dibenarkan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Menurutnya, angin ‘darek’ yang bertiup cukup kencang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan warna air Danau Maninjau menjadi kehijauan.
“Perubahan warna air Danau Maninjau disebabkan angin dari arah timur yang cukup kencang, sehingga menimbulkan fenomena upweeling dan blooming alga yang naik ke permukaan danau,”ujarnya.
Dengan kondisi demikian dikhawatirkan terjadinya kematian ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) secara massal. Apalagi, jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, maka akan memperparah kekurangan oksigen di dalam danau, yang berpotensi terjadinya kematian ikan.
“Para petani KJA harus waspada terhadap kondisi saat ini. Langkah antisipasi terjadinya kematian ikan massal adalah dengan cara melakukan panen lebih awal, atau memindahkan ikan ke kolam atau sungai,” ujarnya mengingatkan. (MSM)