Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serahkan piagam kepada Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur di Padang, Rabu (23/3/2021).
Padang, sumbarsatu.com—Tradisi religi basapa mendapat pengakuan sebagai warisan budaya takbenda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tradisi ritual religiuus basapa dipusatkan di kawasan Makam Syech Burhanuddin Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis.
Piagam penghargaan dari Kemendikbud tersebut diserahkan oleh Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur di Padang, Rabu (23/3/2021).
Tradisi basapa atau bersafar adalah aktivitas berziarah yang dilakukan oleh umat lslam di Komplek Makam Syekh Burhanuddin. Disebut dengan basapa karena kegiatan ini hanya dilaksanakan pada bulan Safar tahun Hijriyah dan bertepatan dengan meninggalnya Syekh Burhanuddin yang jatuh pada hari Rabu 10 Syafar 1116 H atau 1704 M di Ulakan.
Tradisi ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum dan Padang Pariaman khususnya. Tradisi basapa ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Syekh Burhanuddin, atas keberhasilannya mengembangkan ajaran islam di Minangkabau.
Tradisi ini cukup menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman karena kalau dilihat dari setiap tahunnya ribuan orang selalu bertambah untuk mendatangi lokasi basapa.
Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjadikan basapa sebagai wisata ziarah dan religi. Puluhan ribu penziarah dari berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar), seperti Batusangkar, Sawahlunto, Bukittinggi, Sijunjung, dan daerah lainnya akan mendatangi Ulakan pada tiap waktu basapa tiba. Tidak hanya dari Sumbar, para peziarah luar Sumbar seperti Teluk Kuantan, Riau pun turut mengikuti acara tersebut.
Setelah melakukan penelitian dan penelusuran terhadap warisan budaya basapa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan vadapa sebagai warisan takbenda yang diakui negara.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan ini, Basapa merupakan tradisi warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan agar dikenang dan dijaga terus oleh generasi masa depan dan ini juga merupakan wujud terima kasih kepada Syekh Burhanuddin atas keberhasilannya mengembangkan ajaran islam di Minangkabau khususnya di Padang Pariaman,” kata Bupati Padang Pariaman. SSC/Rel