gunung_singgalang
Agam, sumbarsatu.com-- Agrowisata Lereng Gunung Singalang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, akan menjadi objek wisata keluarga menarik di Agam. Pasalnya, objek tersebut dilengkapi tanaman buah-buahan dan dam pengendali.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Agam, Ir. Yulnasri, MM, Minggu (30/10/2016).
Di kiri kanan jalan agrowisata sepanjang 5.600 meter akan ditanami aneka buah-buahan. Yang sudah ditanam antara lain durian montong, pokat, jambu jamaika, bersama tanaman jenis kayu-kayuan. Tanaman buah-buahan tersebut akan dilengkapi dengan markisa, melon, strauberi, dan tanaman lainnya.
“Di sana akan ditanam tanaman buah-buahan selengkapnya. Dengan demikian, di samping berekreasi, wisatawan bisa menikmati aneka buah-buahan, dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh,” ujarnya.
Dam pengendali, di samping untuk menyediakan air untuk keperluan tanaman, juga akan dikembangkan menjadi kolam pancing wisata. Keberadaannya semakin melengkapi objek wisata tersebut.
Yang menggembirakan, menurut Yulnasri, pembangunan Agro Wisata di lereng Gunung Singgalang tersebut mendapat dukungan penuh dari Anak Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu. Karena mereka menyadari, kalau objek tersebut dapat meningkatkan perekonomian mereka, seperti disampaikan Wali Nagari Cingkariang, Hendri.
Pembukaan jalan agrowisata tersebut disambut antusias warga. Hal ditandai dengan aktivitas mereka mulai menggarap lahan, untuk ditanami dengan berbagai tanaman.
Agro wisata itu diyakini akan menjadi objek wisata menarik. Wisatawan akan berkunjung ke sana, karena daya tariknya bukan saja alamnya nan indah dengan panorama yang menarik, tetapi juga dengan adanya beragam tanaman, termasuk tanaman buah-buahan.
"Dari agro wisata pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan Danau Singkarak, Kota Bukittinggi, dan Gunung Merapi, yang terlihat jelas bila cuaca bagus," ujar wali nagari pula.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Agam, Hadi Suryadi, SH mengatakan, objek Agro Wisata Lereng Singgalang sudah diserahkan pihak nagari dan penguasa ulayat kepada Pemkab Agam.
Makanya, kini Pemkab Agam bertekad untuk menjadikan objek tersebut menjadi objek menarik. Pengembangannya dilakukan secara terpadu dengan SKPD lainnya di Pemkab Agam. (MSM)