**Judul:** Menaker Yassierli: Itjen Jangan Lagi “Pemburu Temuan”, Fokus Cegah Penyimpangan Sejak Dini

Kamis, 16/04/2026 17:20 WIB
ir

ir

 

Bogor, sumbarsatu.com— Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya perubahan pendekatan pengawasan internal di Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih preventif dan strategis. Inspektorat Jenderal (Itjen) diminta tidak lagi sekadar hadir saat masalah terjadi, tetapi mampu mendeteksi risiko sejak dini dan menjadi mitra bagi unit kerja.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemnaker 2026 di Bogor, Rabu (15/4/2026) malam.

Ia menekankan, pengawasan internal harus dipandang sebagai bagian dari solusi, bukan beban. Dengan pendekatan preventif, pelaksanaan program ketenagakerjaan diharapkan berjalan lebih efektif, bersih, dan akuntabel.

“Pengawasan harus bertransformasi dari sekadar memeriksa dokumen masa lalu menjadi deteksi risiko sebelum penyimpangan terjadi,” ujar Yassierli.

Menurutnya, sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Itjen perlu memberi nilai tambah dengan memastikan proses kerja berjalan tertib dan tidak terhambat persoalan administratif, terutama dalam penggunaan anggaran negara dan pelayanan publik.

Yassierli juga menegaskan, keberhasilan pengawasan tidak diukur dari banyaknya temuan, tetapi dari kemampuan mencegah potensi penyimpangan sejak awal. Ia mendorong perubahan paradigma dari “Awas Ada Itjen” menjadi “Untung Ada Itjen”.

Untuk mendukung hal tersebut, Itjen Kemnaker diminta memanfaatkan teknologi seperti big data dan Artificial Intelligence (AI) guna membangun sistem deteksi dini yang lebih akurat, termasuk dalam memetakan risiko dan mengidentifikasi hambatan program.

Selain itu, auditor Itjen juga diharapkan mampu membantu menyelesaikan kendala regulasi yang menghambat program prioritas, sehingga pengawasan tidak hanya menjaga kepatuhan, tetapi turut memastikan kelancaran pembangunan di sektor ketenagakerjaan.ssc



BACA JUGA