Bupati Agam Peroleh Apresiasi dari Kementan

KETAHANAN PANGAN

Kamis, 19/05/2016 05:38 WIB
Bupati Agam peroleh apresiasi dari Kementan dan kepala daerah se-Indonesia

Bupati Agam peroleh apresiasi dari Kementan dan kepala daerah se-Indonesia

Agam, sumbarsatsu.com-Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah sekaitan dengan ketahanan pangan.

Hal itu mencuat ketika Bupati Agam diminta sebagai pembicara utama pada kegiatan Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan yang dilaksanakan di Hotel Mercure Surabaya, Senin (16/5/2016) sampai Rabu (18/5/2016).

Dalam presentasinya, bupati mengangkat tema "Cerita  Sukses Pengelolaan Ketahanan Pangan di Kabupaten Agam". Pada kesempatan itu, bupati menjelaskan secara detail, mulai dari kondisi kewilayahan, sosiologi, dan kemasyarakatan di Agam.

Dalam paparannya di hadapan bupati/walikota se-Indonesia, ia menyampaikan Pemkab Agam juga telah melaksanakan berbagai program yang bermuara pada pemantapan ketahanan pangan.

"Berbagai upaya dalam urusan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan ketersediaan pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga terjangkau, dan tercapainya pola konsumsi pangan yang aman, bergizi dan beragam. Selain itu juga meningkatkan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan," kata Indra Catri.


Seperti, di awal kepemerintahannya lima tahun sebelumnya, kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan ketahanan pangan, masih rendah, sehingga banyak lahan-lahan tidur yang berada di area perkarangan rumah tidak termanfaatkan dengan baik. Kolam ikan sudah tidak berfungsi lagi.


Namun, semua itu tidak menyurutkan tekat dan komitmen dari bupati dengan segenap instansi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar menyadari bahwa masalah ketahanan pangan berawal dari lingkungan rumah tangga.

Melalui program "Agam Menyemai," dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui pertemuan-pertemuan. Pemkab Agam terus gencar memberikan penyuluhan secara berkelanjutan sehingga berkat kebersamaan dan komitmen tersebut, secara perlahan namun pasti, kondisi ketahanan pangan terus membaik.

"Dan saat ini sudah berada pada posisi baik, seperti indeks pembangunan manusia Kabupaten Agam berada di posisi pertama," jelasnya.

Saat ini, hampir tidak ditemukan lagi lahan tidur, dan kolam ikan terlantar. Hampir setiap rumah penduduk sudah ditanami dengan tanaman untuk kebutuhan pokok rumah tangga. 

Hal ini juga didukung oleh kegiatan program PKK, melalui pemberdayaan kesejahteraan keluarga.

Selain itu, dengan tidak hentinya membuat regulasi, pemerintah terus mendukung kegiatan masyarakat tersebut, dengan melakukan pengadaan sarana produksi, seperti pupuk, bibit, kebutuhan lain.

Juga diupayakan prasarana pendukung bidang pertanian, seperti jalan usaha tani. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan dan mendekatkan akses ke sektor pertanian.

Pada sesi tanya jawab, apresiasi dan tanggapan baik pun berdatangan dari peserta, para kepala daerah dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi dan daerah se-Indonesia.

Ternyata memang benar, filosofi Agam dengan program "nan dilaman untuak dimakan, nan diparak baok ka pakan" dapat memberi nilai lebih kepada masyarakat tani.

Dengan penuh semangat dan keyakinan, bupati menjawab tanggapan dari masing-masing peserta, di antaranya bagaimana Agam bisa memotivasi masyarakat untuk bisa memasyarakatkan ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.

Di akhir penyampaian materi, bupati juga mengajak peserta sidang DKP untuk komit membangun ketahanan pangan di daerah masing-masing. (MSM)



BACA JUGA