Walikota Payakumbuh Tantang Distabunhut Tingkatkan Produksi Jagung

KETAHANAN PANGAN

Jum'at, 23/01/2015 08:40 WIB
Kadis Tanaman Pangan Perkebunan Kehutanan Iqbal Bermawi,  membawa pejabat  dari Balitan Sukarami ke lahan jagung di Kotobaru  Payobasung

Kadis Tanaman Pangan Perkebunan Kehutanan Iqbal Bermawi, membawa pejabat dari Balitan Sukarami ke lahan jagung di Kotobaru Payobasung

Payakumbuh, sumbarsatu.com—Banyaknya peternak ayam di Sumatera Barat membuat kebutuhan akan jagung meningkat. Saat ini Sumatera Barat butuh sekitar 354 ton lebih per hari, guna memenuhi pakan sebanyak 7,2 juta ekor ayam petelur di Provinsi Tuah Sakato itu.

Untuk itu, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, menantang Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distabunhut) Kota Payakumbuh, untuk meningkatkan produksi jagung.

Menurut Walikota, peluang ekonomi tersebut harus disikapi secara positif. Karena sampai pada triwulan III 2014 lalu, produksi jagung di Payakumbuh baru mencapai total 420,27 ton dengan luas areal tanam 63 hektare.

"Masih banyak lahan produktif di kota ini yang belum digarap dengan budi daya jagung. Makanya, dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, SKPD terkait dimotivasi untuk melakukan intensifikasi tanaman holtikulturan ini," ujar Walikota Riza Falepi, kepada sumbarsatu.com, Kamis (22/1/2015).

Dikatakannya, gebrakan yang dilakukan Kodim 0306/50 Kota di bawah komando Dandim Letkol Inf Trisno Widodo, dalam membuka demplot jagung dengan target 10 ton/hektare, di Kelurahan Ampang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, merupakan sebuah terobosan yang pantas diberikan apresiasi.

"Kita tak perlu malu dengan terobosan yang dilakukan anggota TNI Kodim 0306/50 Kota itu. Sebaliknya, dijadikan mitra untuk bersinergisitas dalam meningkatkan produksi pertanian di kota ini. Mari kita bergandengan tangan dengan TNI dalam bidang pertanian ini,” sebut Riza.

Terkait dengan kebutuhan jagung yang masih jauh di bawah rata-rata itu, walikota mengajak warga untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan tanaman jagung. Menurutnya, dari 7,2 juta ayam petelur di Sumatera Barat, sebanyak 75 persen di antaranya berada di Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

"Itu berarti, berapa saja tanaman jagung diolah petani di Payakumbuh, jangan khawatir tidak akan terjual atau mendatangkan kesejahteraan bagi petani. Tinggal lagi, bagaimana upaya Distabunhut bersama jajarannya untuk meningkatkan produksi, dari kondisi sekitar 6,5 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare. Distanbunhut diminta untuk melakukan sentuhan teknologi pertanian kepada petani di Payakumbuh," pungkasnya. (SSC)

Laporan Aspon Dedi



BACA JUGA