Dinas Pertanian Padang Pariaman Optimis Capai Target Swasembada

KETAHANAN PANGAN

Sabtu, 21/05/2016 05:44 WIB



Kepala Distanakhut Yurisman bersama Kasad Jenderal TNI Mul Yono di Balai Kartini

Kepala Distanakhut Yurisman bersama Kasad Jenderal TNI Mul Yono di Balai Kartini

Pariaman, sumbarsatu.com Ketersediaan bahan pangan merupakan harga mati. Oleh sebab itu, pemerintah mengerahkan segala upaya agar panen selalu mampu memenuhi kenutuhan seluruh rakyat.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Distanakhut) Kabupaten Padang Pariaman Yurisman Yakub SPMM mengemukakan hal itu ketika menjawab pertanyaan wartawan sumbarsatu.com, Jumat (20/5/2016). Saat itu ia didampingi Sekretaris Distanakhut Bustanil Arifin SP.

Menurut Yurisman, ia baru saja mengikuti Rapat Evaluasi Kegiatan Pertanian di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Rapat itu dibuka Menteri Pertanian Dr Andri Amran Sulaiman serta dihadiri Panglima TNI beserta Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), diikuti seluruh kepala dinas pertanian dan komandan Kodim seluruh Indonesia.

“Khusus untuk Padang Pariaman, berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, target peningkatan yang ditetapkan secara nasional sudah bisa tercapai. Saat ini luas areal sawah produktif 22.856 hektar dengan total panen 302.842 ton gabah / tahun,” ujar dia.

Logika yang dipakai Yurisman adalah luas lahan dikali 2,5 kali tanam / tahun dengan panen 5,3 ton / hektar / panen. Pencapaian itu diperoleh melalui upaya khusus swasembada bekerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0308 Padang Pariaman.

Di sisi Distanakhut sendiri, lanjut Yurisman, melakukan perbaikan jaringan irigasi tersier untuk mengairi areal persawahan seluas 13.000 hektar pada tahun 2015 lalu serta 1.900 hektar lagi tahun 2016 ini. Bagi lahan yang tak terjangkau saluran irigasi telah disediakan 50 unit mesin pompa air.

“Kami juga sudah mendistribusikan 600 unit mesin bajak roda dua (handtractor) ke kelompok-kelompok tani (KT) serta 50 unit lagi stand by di Dintanakhut untuk dipinjamkan kepada petani yang membutuhkan. Selain itu juga terdapat 4 unit mesin bajak roda empat, 15 unit mesin tanam dan 5 unit mesin panen,” katanya lagi.

Ia menambahkan, dalam hal transformasi informasi dan teknologi serta perubahan perilaku petani, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP3KKP) Padang Pariaman. Distanakhut sendiri berperan sebagai fasilitator sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani.

Pada kesempatan itu ia mengungkapkan sejumlah KT yang terkesan tidak aktif lagi. Oleh sebab itu, Yurisman meminta aktivis KT agar segera melakukan revitalisasi dan restrukturisasi kepengurusan. (ZAK)


Kepala Distanakhut Yurisman bersama Kasad Jenderal TNI Mul Yono di Balai Kartini
 



BACA JUGA