Anggota DPR RI Ade Rezky Pratama (berbaju putih) saat meninjau Jembatan Kuraitaji
Pariaman, sumbarsatu.com -- Setelah dilakukan pendataan serta menghimpun laporan kepala desa dan lurah, rumah penduduk yang terendam banjir di Kota Pariaman, berjumlah 1.906 unit. Banjir terjadi sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Jembatan Kurai Taji genting.
Wilayah yang terparah terkena dampak bencana banjir ini terletak di Kecamatan Pariaman Tengah, sebanyak 714 unit rumah dengan jumlah orang yang mengungsi sementara sebanyak 2.795 jiwa.
Selanjutnya, di Kecamatan Pariaman Selatan rumah yang terendam sebanyak 79 unit dengan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 437 jiwa, Kecamatan Pariaman Timur 70 unit rumah yang terendam banjir dengan jumlah warga sebanyak 320 jiwa yang mengungsi.
Di Pariaman Utara yang terendam banjir sebanyak 43 rumah dengan jumlah korban yang mengungsi sebanyak 126 jiwa ditambah satu rumah warga, dapurnya tertimbun material longsor.
Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang langsung memimpin siaga bencana banjir meninjau ke beberapa lokasi yang terparah dilanda banjir hingga Rabu (23/3/2016) siang ini serta bergerak cepat mendirikan tenda darurat dan dapur umum beserta fasilitas lainnya di Balaikota Pariaman.
"Dengan adanya posko tanggap darurat ini diharapkan akses pendistribusian logistik makanan dapat berjalan baik, ditambah dengan dapur umum yang nantinya untuk logistik malam bagi relawan dan korban yang rumahnya terdampak banjir," kata Genius Umar.
Genius mengatakan, seluruh tenaga medis dan ambulan telah disiagakan di tiap puskesmas dan pusat layanan kesehatan desa. Tujuannya memberikan pelayanan kesehatan jika ada warga korban banjir yang sakit. Semua itu dilengkapi dengan petugas BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Posko dan dapur umum juga telah disosialisasikan kepada seluruh camat dan kepala desa/lurah se-Kota Pariaman.
Dia menyebutkan, musibah banjir ini juga mengakibatkan kerusakan pada kondisi Jembatan Kurai Taji.
Agung, salah seorang PPK Balai Jalan Nasional Sumatera III, melihat kondisi lapangan, secara kontruksi Jembatan Kuraitaji masih aman, tetapi ada pengikisan material di belakang abudmen yang menyebabkan jembatan tersebut tidak layak untuk dilalui, sehingga harus ditutup total.
"Untuk penanganan darurat saat ini, kami lakukan dengan menimbun dan mengganti material yang tergerus banjir. Apabila telah dilakukan perbaikan nantinya, sementara akan dapat dilalui kendaraan, sambil menunggu evaluasi dan perbaikan permanen nantinnya," ucapnya.
“Untuk sementara, kendaraan dialihkan ke arah Sicincin dari Simpang Jagung,” kata Yota Balad, kepala Dishubkominfo Kota Pariaman.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Ade Rezky Pratama saat berkunjung ke Kota Pariaman, Rabu (23/3/2016) mengatakan, kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan memberikan laporan kepada Kementerian Pekerjaan Umum atau Balai Jalan Nasional agar jembatan ini dapat segera diperbaiki.
"Jembatan Kurai Taji sangat vital sebagai penghubung Kota Pariaman ke daerah lain," ujarnya.
Anggota DPR RI termuda ini juga mengapresiasi langkah dan tindakan serta kesiapan yang telah dilakukan oleh Pemko Pariaman dan stakeholder lainnya dalam menghadapi bencana banjir ini, mulai dari pendistribusian makanan dan logistik kepada masyarakat sampai pendirian posko tanggap darurat dan dapur umum untuk para korban. (ZAK)
