140 Orang Tewas dalam Serangan, Prancis Mencekam

Sabtu, 14/11/2015 08:25 WIB
Suasana di gedung arena konser Bataclan (reuter)

Suasana di gedung arena konser Bataclan (reuter)

Pasris, sumbarsatu.com—Korban tewas dalam penembakan dan ledakan di Paris, Prancis terus bertambah. Selain 100 orang yang tewas di Gedung Konser Bataclan, ada 40 orang di berbagai titik lain. Keterangan terbaru tersebut disampaikan oleh seorang pejabat di Balai Kota Paris. Demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (14/11/2015).

Ledakan berada di luar stadion Stade of France dan sejumlah titik seperti di restoran sampai arena konser Bataclan. Suasana Paris mencekam dan Prancis menetapkan status darurat.

Sebelumnya, orang-orang di dalam Gedung Konser Bataclan disandera oleh pelaku. Operasi polisi telah usai dan dua orang pelaku disebut tewas. Polisi berjaga di sekitar lokasi. Sementara itu banyak warga Prancis yang menunggu di luar lokasi gedung konser dengan wajah cemas.

Dari 7 lokasi serangan, di sejumlah restoran dilakukan dengan penembakan. Khusus dekat stadion sepakbola, serangan dilakukan dengan bom bunuh diri. Dua ledakan sedikitnya terdengar di sana dan membuat tiga orang tewas.

Dilaporkan, sejumlah pria bersenjata menembak sejumlah tempat di pusat kota Paris, pada Jumat (13/11) waktu setempat.

Polisi kini berada di sebuah restoran yang terletak di daerah 10th arrondisement di mana insiden tersebut terjadi. 

Lylia Melkonian, wartawan dari stasiun televisi nasional France 2 mengatakan, setidaknya ada tiga lokasi berbeda di mana orang-orang ditembak. Namun belum dapat dipastikan jumlah lokasi di mana tembakan dilepaskan. 

Lingkungan 10th arrondisement memiliki banyak restoran. Melkonian mengatakan bahwa pihak berwenang sedang mengevakuasi daerah tersebut. Seorang saksi mengatakan, petugas kebakaran sedang berada di tempat kejadian untuk mengobati korban-korban yang terluka. 

Setidaknya ada enam penembakan berlangsung di Paris, dan tiga ledakan terjadi di stadion nasional Stade de France di Saint-Denis.  Polisi mengatakan, penyerang menggunakan senjata jenis AK-47 otomatis. 

Situasi penyanderaan hingga kini masih berlangsung di gedung konser Bataclan, demikian dilaporkan BMTV. Sekitar dua atau tiga orang bersenjata memasuki ruang konser Bataclan sambil melepaskan tembakan ke arah polisi. Seorang sumber mengatakan, setidaknya ada enam sampai delapan penyandera. 

Beberapa ledakan terdengar di dekat stadion di mana pertandingan sepakbola persahabatan antara Perancis dengan Jerman digelar. Pertandingan tersebut dihadiri oleh Presiden Perancis Francois Hollande. 

Hollande telah dievakuasi pada babak pertama dari pertandingan sepak bola antar Perancis melawan Jerman.  Hollande, Perdana Menteri Manuel Valls, dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengadakan pertemuan krisis di Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi serangan penembakan di Paris dan ledakan di Saint-Denis. 

Presiden Perancis, Francois Hollande, sempat menyaksikan pertandingan namun segera meninggalkan stadion setelah ia menerima laporan mengenai serangan penembakan yang terjadi di Paris yang menewaskan setidaknya 40 orang. 

Seusai pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Perancis tersebut, para penonton sempat dikumpulkan di tengah lapangan untuk menunggu pihak kepolisian menyiapkan evakuasi. 

Setelah kondisi dinyatakan aman, mereka berbondong-bondong meninggalkan stadion. Beberapa di antara mereka meninggalkan stadion sembari menyanyikan lagu kebangsaan Perancis.

Presiden Federasi Sepak Bola Perancis, Noel Le Graet mengatakan: "Malam ini dirusak oleh peristiwa yang terjadi di sekitar Stade de France. Ada ledakan di gerbang masuk pintu J yang menyebabkan tiga tewas dan beberapa terluka."

"Namun saat ini stadion aman dan para penonton bisa keluar dengan normal." (SSC/berbagai sumber)

Lebaran

BACA JUGA