Ilustrasi
Tiku, sumbarsatu.com—Kapal nelayan dari Air Bangis, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, berpenumpang 4 orang nelayan yang sedang melaut menangkap ikan di perairan laut Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara tenggelam diterjang ombak dan gelombang badai Kamis, (25/12/2014) pukul 10.00 WIB.
Empat nelayan asal Pasaman tersebut nyaris tewas tenggelam di perairan tepatnya di Ujung Labung. Nelayan yang berlayar dengan menggunakan kapal bagan ini, diterjang ombak, sehingga kapal dengan nama Gurita 13 tersebut terbalik. Empat nelayan ini berhasil diselamatkan tim BPBD Agam, Koramil, Satpol Air Polres Agam dan masyarakat nelayan. Saat ditemukan, pada pukul 15.30 WIB, kondisinya sudah lemah.
Informasi yang dihimpun sumbarsatu.com, kapal Gurita 13 mulai berlayar dari Air Bangih Pasaman menuju ke perairan Tiku, Selasa (23/12). Karena gelombang tinggi disertai angin kencang kapal mereka terbalik di terjang ombak. Mereka terapung-apung di lautan selama dua hari.
Sebelum kapal mereka diterjang, salah satu nelayan sempat mengabari keluarganya lewat telepon genggam. Keluarga inilah yang mengabarkan saudaranya bersama tiga nelayan lainnya mengalami musibah.
Keempat korban ditemukan di tempat yang berbeda. Dua orang ditemukan Muaro Putuih, 1 orang di Ujuang Labuang dan satu orang lagi ditemukan di Pasia Paneh.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Ermanto mengatakan, keempat nelayan bernama Zulkifli (24), Abdul (28), keduanya warga Pasar Satu Aia Bangih, Arfan (40), warga jalan Lombok Ujuang Gadiang dan Disman (39) keduanya warga jalan Lombok Ujuang Gadiang.
Ermanto menjelaskan, setelah kapal yang mereka tumpangi diterjang ombak, keempat nelayan mencoba bertahan dengan cara berenang menggunakan apapun yang mereka temukan mengapung di tengah laut.
“Dua nelayan ditemukan telah terdampar di bibir pantai. Keempat korban ditemukan dalam kondisi selamat sekitar pukul 15.20 WIB, dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Tiku. Korban mengalami luka robek cukup parah di bagian kaki dan tangan dan harus mendapatkan jahitan," ungkapnya.
Karena cuaca buruk dan ombak yang tinggi, tim evakuasi kesulitan menemukan korban. Tim sempat kesulitan melakukan penyelamatan terhadap Disman. Dia terapung di tengah laut dengan bergantung kepada sebuah fiber.
“Perahu kita tidak bisa ke sana karena ombak sangat besar. Karena fiber pegangannya terlepas, kita hanya bisa mengirimkan pelampung dan menariknya ke bibir pantai," jelasnya.
Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Tiku, keempat nelayan akan diserahkan kepada pihak keluarga. "Kita menunggu pihak keluarga korban dari Pasaman. Nanti langsung diserahterimakan kepada keluarga," kata Ermanto (SSC-2).