Kelana Akhir Pekan KSNT Menuju Sekolah Nonformal, Angkatan 3 Diikuti 144 Peserta

Minggu, 26/04/2026 14:26 WIB
ttt

ttt

 

Padang Pariaman, sumbarsatu.com — Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) terus memperkuat ekosistem pendidikan seni berbasis komunitas. Program pelatihan Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) Angkatan 3 resmi dimulai pada Kamis (23/4/2026), dengan jumlah peserta mencapai 144 orang.

Program ini sekaligus menjadi langkah awal KSNT untuk memproyeksikan Kelana Akhir Pekan sebagai sekolah nonformal berlegalitas resmi.

Pendaftaran yang dibuka pada 8–16 April 2026 menunjukkan peningkatan partisipasi dibanding angkatan sebelumnya. Meski belum signifikan, tren ini dinilai konsisten.

“Peningkatannya pelan, tapi konsisten. Ini menunjukkan Kelana makin dipercaya sebagai ruang belajar seni yang aman dan menyenangkan,” ujar Wali Kelas Kelana, Desvy.

Sistem Baru, Pembelajaran Lebih Fokus

Pada angkatan ini, KSNT menerapkan kebijakan baru terkait pemilihan kelas. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti maksimal dua kelas pertunjukan dan satu kelas non-pertunjukan.

Langkah tersebut diambil untuk menjaga fokus pembelajaran dan menghindari benturan jadwal.

Dari tujuh kelas yang dibuka, dua kelas menerapkan sistem seleksi, yakni Kelas Tari Anak-anak (khusus peserta baru) serta Kelas Musik dan Vokal yang menilai kemampuan dasar.

Distribusi peserta menunjukkan minat tinggi pada beberapa kelas. Kelas Silat menjadi yang paling diminati dengan 62 peserta, disusul Tari Anak-anak dan Seni Rupa masing-masing 51 peserta. Kelas Teater diikuti 49 peserta, Tari Remaja 19 peserta, Menulis Kreatif 17 peserta, serta Musik dan Vokal 14 peserta.

“Banyak peserta mengambil lebih dari satu kelas, sehingga total per kelas melebihi jumlah peserta keseluruhan,” jelas Desvy.

Menuju Sekolah Nonformal Berlegalitas

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada Minggu (19/4/2026) di Ruangtemu Nan Tumpah, yang dihadiri peserta bersama orang tua.

Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, menyampaikan visi jangka panjang pengembangan program.

“Kelana Akhir Pekan sedang kami siapkan menjadi sekolah nonformal berlegalitas resmi, sehingga dapat terhubung dengan satuan pendidikan nonformal,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, mulai dari kurikulum, sistem belajar, hingga asesmen capaian peserta.

Dengan status tersebut, Kelana juga berpeluang terhubung dengan program pembinaan dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga sertifikat peserta memiliki pengakuan yang lebih kuat.

Manager Program KSNT, Fajry Chaniago, menekankan pentingnya kedisiplinan peserta serta dukungan orang tua dalam keberhasilan program.

“Kami berharap peserta disiplin dan orang tua terlibat aktif, sehingga proses belajar berjalan maksimal dan berdampak,” ujarnya.

Program Kelana Akhir Pekan Angkatan 3 akan berlangsung selama 16 pertemuan, terdiri dari 11 sesi reguler dan 5 sesi pendalaman serta persiapan pertunjukan.

Seluruh rangkaian akan ditutup dengan Gelar Karya pada pekan keempat Juli 2026, sebagai panggung pertunjukan dan pameran hasil belajar peserta.

Dengan jumlah peserta yang terus bertambah dan arah menuju sekolah nonformal, KSNT berharap Kelana Akhir Pekan tidak hanya menjadi ruang pengembangan minat seni, tetapi juga model pendidikan seni berbasis komunitas yang terukur dan berkelanjutan. ssc/rel



BACA JUGA