lo
]Simpang Empat, sumbarsatu.com –Proses penggalian lubang besar dengan escavator di Jorong Lubuk Landua Ladang Rimbo Nagari Lubuk Landua, Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat meresahkan masyarakat setempat.
Penggalian tanahnya yang merembes, menyebabkan air untuk MCK masyarakat keruh dan berminyak. Ikan larangan masyarakat juga terganggu. Pihak perusahaan juga tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat, sebelum beroperasi.
Doni Syaputra, (27) salah seorang warga setempat kepada wartawan, Minggu (10/5/2026) mengeluhkan keberadaan PT
PT Andalan Manpower Solusi, yang diduga akan memproduksi pupuk kompos tersebut.
"Benar masyarakat resah atas kehadiran dan penggalian tersebut, karena tidak ada sosialisasi kehadiran perusahaan di kampung tersebut apakah sudah ada perizinannya atau tidak kita juga tidak tahu, yang jelas masyarakat terdampak negatif," ujar Doni.
Doni menyebut, masyarakat tidak bisa masuk ke akses penggalian karena ditutup oleh yang punya kegiatan, tetapi dampaknya galian lepas ke sungai yang menyebabkan air sungai keruh.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Satu Pintu (BPMPTSP) Pemda Pasaman Barat, Fadlus Sabii, ketika dikonfirmasi wartawan via seluluer Minggu (10/5/2026) tidak mengetahui hal tersebut.
"Saya belum tahu kalau ada nama PT Andalan Manpower Solusi, nanti kita coba telusurui dulu, kita tidak bisa berkomentar terlalu jauh, " kata Fadlus.
Sementara itu Pj Walinagari Lubuak Landua Rilvi Andani ketika dihubungi via WhatApps juga tidak mengetahui apanya operasi perusahaan pupuk kompos tersebut.
"Silakan bapak tanya yang punya proyek atau yang punya tanah. Yang jelas nagari tidak pernah mengeluarkan izin. Saya pun tidak tahu, sosialiasi kepada masyarakat pun tidak ada," katanya.
Sementara pihak pengelola PT Andalan Manpower ketika hendak dikonfirmasi dilokasi, wartawan tidak bisa mengakses masuk ke lokasi.(Ssc/nir)