Selasa, 03/11/2026 17:40 WIB

Transformasi Mutu Pendidikan Pasaman Barat: Sinergi Pemda dan Tanoto Foundation Wujudkan Pembelajaran Berkualitas

SIMPANG EMPAT, sumbarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat sinergi dengan Tanoto Foundation dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran), yang dirancang untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan kebijakan daerah, kompetensi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah.

Program ini mengusung pendekatan menyeluruh dengan menyasar ekosistem pendidikan, mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas. Melalui pendekatan tersebut, peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat berlangsung secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Dukungan Tanoto Foundation mencakup penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam perencanaan, penganggaran, serta perumusan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Dengan dukungan tersebut, kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan nyata satuan pendidikan.

Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut sejalan dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan data tahun 2025, indeks capaian literasi pada jenjang sekolah dasar tercatat sebesar 52,96.

"Capaian ini menjadi perhatian kita bersama untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Pasaman Barat. Karena itu, kami menyambut baik penguatan kerja sama dengan Tanoto Foundation melalui Program PINTAR sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta mendorong terwujudnya sumber daya manusia Pasaman Barat yang unggul," ungkap Yulianto, Selasa (3/11/2026).

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sejak usia dini. Upaya penanganan stunting perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan agar anak-anak Pasaman Barat dapat tumbuh sehat sekaligus memperoleh layanan pembelajaran yang berkualitas.

"Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Pasaman Barat yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Peningkatan kompetensi guru, penguatan kepemimpinan kepala sekolah, serta kebijakan yang tepat harus berjalan beriringan," tegasnya.

Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa Program PINTAR tidak hanya menyasar penguatan kebijakan di tingkat pemerintah daerah, tetapi juga memberikan perhatian langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Melalui program ini, guru sekolah dasar mendapatkan pelatihan mengenai metode pembelajaran aktif, praktik pengajaran berbasis mata pelajaran, serta pendekatan pedagogis terstruktur, khususnya bagi guru kelas awal. Pendekatan tersebut mendorong terciptanya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning), sehingga peserta didik lebih aktif, terlibat, dan mampu memahami materi secara optimal.

Penguatan pembelajaran di kelas awal menjadi penting karena merupakan fondasi bagi pengembangan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan dasar lainnya. Melalui proses pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan siswa, kemampuan literasi dan numerasi diharapkan dapat berkembang secara lebih optimal.

Selain meningkatkan kompetensi guru, Program PINTAR juga memperkuat kapasitas kepala sekolah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan pengembangan kepemimpinan berbasis data. Kepala sekolah didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola sumber daya, sarana dan prasarana, serta keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel.

Pemanfaatan data hasil belajar siswa juga menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan, baik untuk memperbaiki proses pembelajaran maupun menyusun program pengembangan sekolah. Dengan demikian, kepemimpinan sekolah diharapkan semakin efektif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam rangkaian peluncuran Program PINTAR, turut diserahkan sertifikat pelatihan kepada 12 fasilitator daerah Kabupaten Pasaman Barat yang telah mengikuti proses pelatihan dan seleksi. Para fasilitator tersebut diharapkan menjadi penggerak dalam mendampingi guru dan kepala sekolah sekaligus memastikan praktik-praktik pembelajaran berkualitas dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Adapun 12 fasilitator daerah tersebut adalah Citra Melica Rahim, Aisyah Amini, Nurasiah, Pebri Hervita, Nira Regina, Nono Tri Kartila, Ayu Riski Septari, Eka Suryani, Dina Aska Reza Putri, Eliyanti, Nova Mardona, dan Nurma Wira Ayu.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Tanoto Foundation, Program PINTAR diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran sekaligus memperkuat capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar.

Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama, mulai dari perencanaan dan penganggaran yang tepat, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi pada hasil belajar.

Sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi Pasaman Barat yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045. ssc/nir

BACA JUGA