Prabowo Belum Genap Dua Tahun, Kursi 2029 Sudah Dipesan! Tiga Partai Masih Menahan Diri

Senin, 12/10/2026 19:26 WIB
-

-

Jakarta, sumbarsatu.com — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, tetapi sejumlah partai politik sudah berlomba menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju.
Ketika masa kepemimpinannya belum genap dua tahun, Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah memberikan sinyal kuat bahwa Prabowo merupakan pilihan mereka untuk periode 2029–2034.

Di tengah dukungan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai NasDem memilih tidak terburu-buru. Ketiganya menyatakan berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo hingga 2029, tetapi belum mengambil keputusan resmi mengenai calon presiden yang akan didukung pada pemilihan berikutnya.

Situasi ini memperlihatkan betapa cepatnya pembicaraan mengenai kekuasaan periode berikutnya dimulai. Masa pemerintahan sekarang masih berjalan, tetapi sebagian elite partai sudah berbicara tentang siapa yang layak melanjutkan kepemimpinan setelah 2029.

PKB Sampai Menyebut Dukungan 1.000 Persen

Pernyataan paling mencolok datang dari Wakil Ketua Umum PKB Faisol Riza. Faisol menegaskan bahwa partainya mendukung Prabowo untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2029. Ia bahkan menggunakan angka yang tidak lazim dalam politik untuk menggambarkan besarnya dukungan partainya.

“PKB mendukung 100 persen atau bahkan 1.000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2029, karena memang beliau sangat layak kembali memimpin Indonesia untuk dua periode,” kata Faisol, dikutip detikNews, Senin (12/10/2026).

Faisol menilai sejumlah program pemerintahan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Sekolah Rakyat, menjadi alasan untuk melanjutkan kepemimpinan presiden petahana tersebut.

Ia mengakui pelaksanaan program-program itu masih menghadapi kendala. Namun, menurutnya, persoalan tersebut masih dapat ditangani pemerintah.

Dukungan PKB menarik dicermati karena pada Pilpres 2024 partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Kini, PKB secara terbuka menyatakan siap mendukung Prabowo untuk periode kedua.

Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peta koalisi politik Indonesia tidak selalu mengikuti konfigurasi yang terbentuk pada pemilihan sebelumnya. 

Golkar Sudah Menentukan Nama, PAN Tak Mau Ditanya Lagi

Golkar juga telah menyatakan dukungan kepada Prabowo. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya sudah memiliki calon presiden untuk Pilpres 2029.

“Standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya,” kata Doli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir detikNews pada Oktober 2026.

Meskipun demikian, Golkar belum menentukan calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Doli menyatakan pembahasan mengenai pasangan calon biasanya dilakukan mendekati pendaftaran.

Artinya, dukungan Golkar terhadap Prabowo sudah dinyatakan, tetapi persoalan siapa yang akan mendampinginya masih terbuka.

PAN mengambil posisi serupa. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa partainya akan kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029. Menurutnya, dukungan itu telah disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam Rapat Kerja Nasional PAN pada 2025.

“Sikap PAN sudah jelas untuk mendukung kembali Presiden Prabowo di Pilpres 2029 nanti,” kata Viva Yoga, Senin (12/10/2026).

Ia bahkan menyindir partai-partai yang masih menimbang arah dukungan politiknya.

“Justru yang harus ditanya itu kepada partai-partai yang masih mengambang, masih berhitung, masih wait and see,” ujarnya.

Mengenai calon wakil presiden, PAN menyerahkan keputusan kepada Prabowo sebagai calon presiden yang mereka dukung. 

Gerindra Tak Perlu Diragukan

Bagi Gerindra, dukungan terhadap Prabowo bukanlah persoalan yang mengejutkan. Sebagai partai yang didirikan Prabowo, Gerindra merupakan fondasi utama bagi kelanjutan karier politik presiden tersebut.

Dukungan Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN memperlihatkan bahwa Prabowo sudah memiliki sejumlah partai yang menyatakan kesediaan mendukung pencalonannya kembali. Namun, dukungan para elite partai tersebut tidak otomatis berarti seluruh koalisi pemerintahan telah mencapai kesepakatan final mengenai pasangan calon maupun pembagian dukungan politik.

Terlebih, Pilpres 2029 masih berada jauh di depan. Dalam rentang waktu tersebut, dinamika pemerintahan, perubahan kepentingan partai, serta munculnya figur politik baru dapat memengaruhi peta dukungan.

Karena itu, pernyataan dukungan yang muncul sekarang lebih tepat dibaca sebagai penegasan arah politik awal, bukan sebagai jaminan bahwa konfigurasi koalisi tidak akan berubah.

PKS Belum Mau Mengunci Pilihan

Di antara partai-partai pendukung pemerintahan, PKS memilih menyerahkan keputusan pencalonan kepada Majelis Syuro. Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengatakan partainya belum menetapkan calon presiden maupun calon wakil presiden yang akan didukung pada 2029.

“Terkait Pilpres 2029, musyawarah Majelis Syuro belum menetapkan keputusan. Tentu nanti DPP menunggu arahan dan keputusan dari musyawarah Majelis Syuro,” kata Kholid, Senin (12/10/2026).

Kholid menegaskan bahwa untuk saat ini PKS berfokus mendukung keberhasilan pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan pada 2029.

“Bagi kami PKS saat ini adalah kita harus mendukung keberhasilan, kesuksesan dari pemerintahan Presiden Prabowo. Kita tunaikan amanah ini sebaik-baiknya terlebih dahulu. Perkara nanti Pilpres 2029 ada waktunya untuk menentukan sikap tersebut,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan kepada pemerintahan tidak identik dengan dukungan terhadap pencalonan kembali presiden. PKS masih memiliki mekanisme internal yang harus dilalui sebelum menentukan pilihan politik untuk Pilpres 2029.

Demokrat Masih Berkonsentrasi pada Pemerintahan

Partai Demokrat juga belum menyatakan keputusan resmi untuk mengusung Prabowo pada Pilpres 2029. Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan partainya belum membahas pencalonan presiden dan wakil presiden untuk pemilihan mendatang.

Menurut Herzaky, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih berkonsentrasi menjalankan tugas pemerintahan setelah mendapat kepercayaan dari Prabowo.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai calon presiden dan calon wakil presiden masih memiliki waktunya sendiri. Demokrat menghormati partai-partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Prabowo, tetapi belum menetapkan sikap formal yang sama.

Dengan demikian, posisi Demokrat belum dapat disamakan dengan Golkar, PKB, dan PAN. Partai tersebut masih memprioritaskan pelaksanaan tugas pemerintahan, sementara keputusan pencalonan untuk 2029 belum dibicarakan secara resmi.

NasDem Memilih Menunggu

NasDem juga belum bersedia mengunci pilihan politik untuk Pilpres 2029. Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim mengatakan partainya berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.

“Kami mendukung Prabowo sampai 2029,” kata Hermawi, Senin (12/10/2026).

Namun, untuk periode 2029–2034, NasDem belum menentukan sikap. Partai tersebut memilih menunggu dimulainya tahapan resmi pemilu sebelum membicarakan dukungan terhadap calon presiden.

“Untuk tahapan 2029–2034 karena belum dimulai tahapannya sementara kami menunggu tahapan pemilunya dimulai, menunggu tahapan pemilunya dimulai baru kami akan membicarakannya,” ujarnya.

Sikap NasDem memperjelas bahwa dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan tidak harus berujung pada dukungan terhadap pencalonan presiden untuk periode berikutnya.

Terlalu Dini untuk Menganggap Koalisi Sudah Terkunci

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro, sebagaimana diberitakan Inilah.com pada 12 September 2026, menilai posisi Prabowo sebagai presiden petahana memberinya keuntungan politik, termasuk dukungan partai-partai dalam pemerintahan dan kekuatan politik di parlemen.

Namun, Bawono juga mengingatkan bahwa pembicaraan mengenai koalisi Pilpres 2029 masih terlalu dini karena pemilihan tersebut masih sekitar tiga tahun lagi. Penjajakan politik memang dapat berlangsung sejak sekarang, tetapi konfigurasi akhirnya belum dapat dipastikan.

Peta politik per 12 Oktober 2026 menunjukkan empat partai telah menyatakan dukungan kepada Prabowo, sedangkan PKS, Demokrat, dan NasDem belum menetapkan keputusan resmi mengenai pencalonan.

Dengan waktu yang masih panjang, dukungan hari ini belum tentu menjadi kesepakatan final saat pendaftaran pasangan calon dibuka. Untuk sementara, Prabowo memang sudah mendapatkan dukungan awal dari sejumlah partai, tetapi perebutan posisi politik menjelang 2029 masih jauh dari garis akhir. ssc/*



BACA JUGA