Jakarta, sumbarsatu.com— PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) kembali membuka ruang bagi seniman dan talenta muda Tanah Air melalui MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, kompetisi yang berkolaborasi dengan IndoArtNow itu mengusung tema Strength & Resilience dan berhasil menghimpun lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya perusahaan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan memperluas eksposur karya seni Indonesia.
“Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal,” kata Edwin dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Menurut Edwin, meningkatnya jangkauan peserta hingga 32 provinsi menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kompetisi seni tersebut semakin besar. Partisipasi terbanyak berasal dari Pulau Jawa, disusul Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi.
Proses kurasi dan penilaian melibatkan sejumlah profesional dan praktisi seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah. Penilaian didasarkan pada aspek ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang ditampilkan dalam setiap karya.
Seniman sekaligus dewan juri, R.E. Hartanto, menilai kualitas karya peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang menarik. Tema Strength & Resilience diterjemahkan peserta melalui beragam pendekatan, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi terhadap budaya dan lingkungan.
“Yang paling menonjol bukan hanya kemampuan teknis, tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan,” ujarnya.
Ini Daftar Pemenang
Untuk kategori profesional, Grand Prize diraih Ari Bayuaji melalui karya The Storms that Unified Us, 2026.
Sementara pada kategori umum, Grand Prize diberikan kepada Veronica Liana dengan karya Rupa Tan Matra #3, 2026. Judge’s Award diraih Haidar Ammar melalui Holding the Self Together, 2026, sedangkan President’s Director Award diberikan kepada Angela Sunaryo atas karya XELOTEXAN, 2026.
Pada kategori pelajar dan mahasiswa, Grand Prize diraih Muhammad Ragib Noer Khasyi melalui karya Yang Tersisa Sepulang Kerja (1), 2026. Judge’s Award diberikan kepada M. Nashrul Rizqil Akbar dengan karya Tjap TANGGOEH, 2026, sementara President’s Director Award diraih Nadiva Nuriftitah melalui karya The Doorframe, 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh karya pemenang dipamerkan dalam MR.D.I.Y. Indonesia Art Exhibition pada 7–23 Agustus 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta. Pameran tersebut terbuka untuk masyarakat secara gratis.
Tidak berhenti pada pameran, kompetisi tahun ini juga membawa peluang lebih besar bagi talenta seni Indonesia. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026.
Para pemenang kategori umum serta pelajar dan mahasiswa akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi dengan para pemenang dari Malaysia dan Thailand. Selain kesempatan tampil di tingkat regional, para pemenang akan memperebutkan total hadiah Rp370 juta.
Edwin mengatakan kepercayaan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi regional menjadi momentum penting untuk memperluas panggung bagi seniman Indonesia.
“Kami berharap momentum ini tidak hanya membuka panggung yang lebih luas bagi seniman Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat talenta seni di Asia Tenggara,” katanya.
Pendiri IndoArtNow, Tom Tandio, mengatakan penyelenggaraan kompetisi regional di Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kualitas talenta seni Tanah Air kepada masyarakat seni di kawasan Asia Tenggara.
Ia berharap MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition dapat terus berkembang sebagai wadah yang mendorong seniman Indonesia untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh eksposur dan apresiasi yang lebih luas.ssc/rel