Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Tajam Hingga 49,5%

RAPOR MERAH SEMESTER I

Rabu, 29/07/2026 19:58 WIB
-

-

Jakarta, sumbarsatu.com — Tren kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengalami koreksi tajam pada pertengahan tahun ini. Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden berada di angka 49,5%.

Angka ini menjadi capaian terendah sekaligus pertama kalinya tingkat kepuasan publik berada di bawah ambang batas 50% sejak masa kepemimpinannya dimulai.

Survei nasional tersebut diselenggarakan pada periode 14–24 Juli 2026 dengan melibatkan 4.250 responden yang terdistribusi secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Penarikan sampel ini dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Komposisi Persepsi Masyarakat

Rincian data survei menunjukkan bahwa dari total 49,5% publik yang menyatakan puas, hanya 5,5% yang mengaku "sangat puas", sementara sisanya berada di kategori "cukup puas".

Di sisi sebaliknya, kelompok masyarakat yang menyatakan kurang puas hingga tidak puas sama sekali melonjak hingga 48,8%. Dari angka ketidakpuasan tersebut, sebanyak 8,1% responden dengan tegas menyatakan "tidak puas sama sekali", sementara 1,6% sisanya memilih untuk tidak memberikan jawaban.

Temuan periode Juli 2026 ini mempertegas pola penurunan kepuasan publik yang terjadi secara berkala sepanjang kepemimpinan Prabowo:

Januari 2025: Mengawali pemerintahan dengan angka bulan madu politik (honeymoon period) yang sangat tinggi mencapai 86%.

Perjalanan tingkat kepuasan publik memperlihatkan dinamika fluktuasi yang cukup signifikan. Pada April 2025, angka kepuasan sempat terkoreksi cukup dalam hingga berada di level 71%.

Meskipun sempat melambung kembali (rebound) hingga menyentuh 81% pada Desember 2025, tren kepercayaan masyarakat kembali melandai ke angka 68% pada April 2026. Tren penurunan tersebut terus berlanjut hingga akhirnya menyentuh titik terendah di level 49,5% pada Juli 2026.

Konvergensi Data: Hasil SMRC Perkuat Temuan Indikator
Penurunan kepuasan kinerja ini tercatat tidak berdiri sendiri. Temuan Indikator Politik Indonesia sejalan dengan hasil riset terpisah yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Dalam risetnya per Juli 2026, SMRC mencatat tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 51,1%. Capaian tersebut memperlihatkan penurunan drastis sebesar 30,1% jika dibandingkan dengan hasil survei SMRC pada November 2025 yang kala itu sempat berada di level 81,2%.

Konvergensi atau keselarasan temuan dari dua lembaga survei terkemuka ini mengindikasikan adanya alarm evaluasi bagi pemerintah. Persepsi publik yang kian kritis dinilai menjadi momentum penting bagi jajaran kabinet untuk meninjau kembali efektivitas eksekusi program-program strategis serta dampak kebijakan ekonomi di tengah masyarakat.ssc/mn



BACA JUGA