Padang, sumbarsatu.com — Sahilatur Rahma, siswi SMA Negeri 2 Padang Panjang, berhasil meraih juara pertama Lomba Baca Puisi Perjuangan Virtual Tingkat SLTA se-Sumatera Barat yang diselenggarakan Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan (DHD BPK) 45 Sumatera Barat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Sahilatur meraih nilai tertinggi melalui pembacaan puisi Bunga dan Tembok karya Wiji Thukul. Juara kedua diraih Annisha Abqory Bais dari SMAN 1 Solok pembacaan puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail. Sedangkan juara ketiga diraih Ghina Syafa Muthmainnah dari SMA Negeri 2 Padang Panjang juga melalui puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail.
Lomba baca puisi yang dilaksanakan secara virtual tersebut diikuti 45 peserta dari berbagai SMA, SMK, MA, dan sekolah sederajat di Sumatera Barat. Peserta mengirimkan rekaman video pembacaan puisi yang kemudian dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Yeyen Kiram, Nasrul Azwar, dan Marshaleh Adaz.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, dengan penghayatan sebagai unsur terbesar, yakni 40 persen. Aspek ini meliputi pemahaman peserta terhadap isi dan makna puisi, kemampuan membangun suasana dan emosi, kedalaman interpretasi, serta kemampuan menyampaikan jiwa puisi kepada pendengar.
Sementara itu, ekspresi dan vokal memiliki bobot 30 persen, kesesuaian pembacaan dengan teks asli puisi 20 persen, dan penampilan 10 persen. Dewan juri menilai peserta harus mampu membawakan puisi secara utuh tanpa mengubah, menambah, mengurangi, atau mengganti kata, larik, maupun bait dari naskah asli.
Puisi yang diperlombakan terdiri atas Kerawang Bekasi karya Chairil Anwar, Lagu Seorang Gerilya karya W.S. Rendra, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail, Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar, dan Bunga dan Tembok karya Wiji Thukul.
Selain tiga juara utama, dewan juri juga memilih tujuh video peserta sebagai video pilihan. Mereka adalah Hanifah Hasnaini dari SMAS Adabiah 1 Padang, Rehan Pratama dari MAN 2 Padang, Zahra Aulia Ramadhani dari SMAN 2 Bukittinggi, Dhaifina Annisa Awatif dari MAN 5 Agam, Derhifveallind Annalla dari SMAN 1 Lareh Sago Halaban, M. Rahel Maulana dari SMAN 11 Padang, dan Naura Khairunnisah dari SMAN 1 Payakumbuh.
Ketua Panitia Fajar Rusvan mengatakan, lomba baca puisi tersebut merupakan salah satu rangkaian Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 yang diselenggarakan DHD BPK 45 Sumatera Barat. Karena dilaksanakan secara virtual melalui rekaman video, peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat dapat mengikuti kegiatan tersebut tanpa harus datang ke Padang.
“Selain itu panitia juga melaksanakan Lomba Baca Puisi Perjuangan untuk siswa SLTA se-Sumbar yang dilakukan secara virtual melalui rekaman video di media sosial. Hasil video tersebut dinilai oleh dewan juri, dan 10 besar pemenang diundang ke Padang untuk tampil pada puncak acara Bakti Kemerdekaan 45,” kata Fajar, didampingi Sekretaris Panitia Gusfen Khairul.
Generasi Muda Belajar Sejarah Perjuangan
Selain lomba baca puisi, DHD BPK 45 Sumatera Barat juga menggelar Lomba Story Telling Perjuangan tingkat SLTA se-Sumatera Barat. Kegiatan yang diikuti 27 peserta tersebut mengajak pelajar menuturkan kembali kisah perjuangan bangsa melalui tokoh maupun peristiwa sejarah.
Juara pertama diraih Atika Arza Wijaya, siswa MAN 2 Padang, dengan cerita mengenai Bagindo Azizchan, Wali Kota Padang yang gugur ditembak Belanda. Atika memilih sosok Bagindo Azizchan karena melihatnya sebagai seorang guru sekaligus pejuang yang berani mempertahankan kemerdekaan.
Juara kedua diraih Meisya Sri Mulyani dari MAS Ponpes Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dengan cerita Buya Hamka Tahun 1947. Sementara juara ketiga diraih Atiqah Meidina El Ihsani Parinduri dari SMA IT IC Payakumbuh dengan cerita Subuh Terakhir di Situjuah.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, mengapresiasi keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut.
“Ternyata jika diajak, generasi muda dapat memahami nilai kejuangan 45 dengan baik dan dapat menuturkan dengan baik pula,” kata Arry saat memberikan sambutan pada acara Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 di Gedung Joeang 45 Sumbar, Jalan Samudera, Padang, Minggu (9/8/2026) pagi.
Menurut Arry, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa masih dapat dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan dunia mereka.
Ia menilai positif ketersebaran pelajar yang memiliki pemahaman baik tentang sejarah perjuangan bangsa. Hal itu, antara lain, terlihat dari pilihan tema yang dibawakan para peserta. Selain Bagindo Azizchan, peserta juga mengangkat tokoh Buya Hamka serta peristiwa Subuh Terakhir di Situjuah.
Dewan juri Lomba Story Telling yang terdiri atas Dr. Piki S. Pernantah, Fikrul Hanif, dan Zusnelly Zubir juga menetapkan tujuh pemenang harapan, yakni Davina Damia Warningsih dari SMA Praja Nusantara Sumbar, Kanza Kalila Putri dari SMAN 1 Ampek Angkek Agam, Suci Adelina Pertiwi dari SMA IT IC Payakumbuh, Aurelia Khairun Nisa dari SMAN 5 Padang, Kalyla Aura Kandela dari SMA Praja Nusantara Sumbar, Nayla Fakhira Candra dari SMAN 2 Bukittinggi, dan Liviana Nafeeza Permana dari SMAN 7 Padang.
Pidato Kisah Perjuangan
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Lomba Pidato Kisah Perjuangan. Dewan juri yang terdiri atas Rizal Moenir, Zusnelly Zubir, dan Fikrul Hanif menetapkan Marni dari DHC BPK 45 Limapuluh Kota sebagai juara pertama dan Dahar Dt. Bagindo Sati dari DHC BPK 45 Pesisir Selatan sebagai juara kedua.
Ketua Harian DHD BPK 45 Sumatera Barat, Dr. dr. Ardizal Rahman, Sp.M., mengatakan berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya DHD BPK 45 untuk terus menanamkan nilai-nilai kejuangan kepada generasi muda.
Menurutnya, semangat perjuangan tidak cukup hanya dikenang dalam upacara atau seremoni peringatan kemerdekaan. Nilai-nilai tersebut perlu disampaikan melalui berbagai medium yang dapat menarik minat generasi muda, termasuk sastra, seni bertutur, dan pidato.
Bakti Kemerdekaan 45 Diisi Kegiatan Sosial
Bakti Kemerdekaan 45 yang digelar DHD BPK 45 Sumatera Barat pada Minggu (9/8/2026) tidak hanya diisi kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan. Acara tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa pengobatan mata gratis, pemeriksaan jantung, pemeriksaan gula darah, dan pemberian kacamata gratis.
Ardizal mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama DHD BPK 45 Sumatera Barat dengan Perdami Sumbar, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, PT Cendo, dan RS Djamil Padang.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah pihak pendukung, antara lain PT Semen Padang, Bank Indonesia, Bank Nagari, RS Mahkota, dan Kunango Jantan.
Ardizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Departemen Jantung dan Kardiologi Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Departemen Patologi Klinis dan Departemen Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Unand, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sumbar yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Dengan demikian, Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 tidak sekadar menjadi kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui lomba baca puisi, story telling, dan pidato kisah perjuangan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenali kembali tokoh, peristiwa, dan nilai perjuangan bangsa.
Di tengah perubahan zaman, para pelajar Sumatera Barat diajak tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga menjadi penutur yang mampu meneruskan ingatan tentang perjuangan kepada generasi berikutnya. Sastra dan seni bertutur menjadi salah satu cara untuk membuat sejarah tetap hidup di tengah generasi muda. ssc/mn