Bunda Parenting Convention 2026
Jakarta, sumbarsatu.com — Tantangan tumbuh kembang anak di era modern semakin kompleks. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga kesiapan keluarga dalam mendampingi anak sejak masa kehamilan hingga memasuki usia sekolah.
Kondisi itu menjadi perhatian PT Bundamedik Tbk (BMHS/RS Bunda Group) melalui penyelenggaraan Bunda Parenting Convention 2026 di Jakarta. Mengusung tema “From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengasuhan anak.
Bunda Parenting Convention 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia. Kegiatan ini juga mengangkat semangat Pekan Menyusui Sedunia 2026, “Breastfeeding for a Sustainable Future: Strengthen What Works”, yang menekankan pentingnya memperkuat praktik dan dukungan terhadap keberhasilan menyusui.
BMHS memandang pengasuhan anak tidak dapat dibebankan kepada orang tua semata. Keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan sosial, institusi pendidikan, hingga tempat kerja memiliki peran dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak.
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan penguatan ekosistem keluarga menjadi bagian dari komitmen BMHS dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Ivan, pendekatan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, serta pendampingan keluarga. BMHS juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengasuhan dan kesehatan anak.
Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan Center of Excellence di bidang kesehatan perempuan dan anak. Di RSIA Bunda Jakarta, yang merupakan bagian dari jaringan RS Bunda Group, pendekatan Family Integrated Care (FICare) diterapkan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan melibatkan orang tua sebagai bagian dari tim perawatan bayi.
Pendekatan tersebut juga dipadukan dengan Kangaroo Mother Care (KMC), serta edukasi antenatal dan pascapersalinan untuk membekali orang tua sejak masa kehamilan hingga setelah kelahiran.
Dalam Bunda Parenting Convention 2026, edukasi diberikan melalui sejumlah lokakarya interaktif yang membahas persoalan pengasuhan yang banyak dihadapi keluarga. Materi antara lain mencakup persiapan kehamilan melalui hypnobirthing, perawatan bayi baru lahir, pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini gangguan perkembangan, serta penanganan masalah makan pada bayi dan anak usia dini.
Persoalan obesitas pada anak juga menjadi perhatian. Dalam sesi tersebut, tenaga pendidik dari jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar dilibatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung aktivitas fisik dan pola hidup sehat sejak dini.
Selain itu, kegiatan menghadirkan sesi talkshow bertema Ayah ASI. Sesi tersebut menekankan bahwa keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan pasangan dan lingkungan keluarga.
Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk nilai dan kebiasaan anak sejak dini. Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi faktor penting bagi perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu sekaligus pekerja.
“Dengan teamwork sebagai kunci dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal,” katanya.
Tantangan Pengasuhan Semakin Kompleks
Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS, mengatakan tantangan tumbuh kembang anak kini tidak hanya berada pada aspek medis. Kesiapan keluarga dan komunitas dalam memperoleh informasi serta dukungan yang tepat juga menjadi bagian penting.
Menurut dia, keluarga menghadapi berbagai keputusan sejak awal kehidupan anak, mulai dari pemenuhan nutrisi, stimulasi perkembangan, hingga menjaga kesehatan mental keluarga. Di sisi lain, banyaknya informasi kesehatan yang beredar membuat orang tua membutuhkan edukasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui Bunda Parenting Convention, RSIA Bunda Jakarta melalui jajaran dokter multidisiplin berkomitmen mendukung dan mendampingi keluarga memperoleh pengetahuan dan pendampingan yang relevan untuk setiap tahap tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, Dr. dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A., Subsp.Neo., menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam merawat bayi prematur.
Menurut Adhi, perawatan bayi prematur tidak berhenti ketika bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Keterlibatan anggota keluarga tetap dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi sekaligus mempersiapkan keluarga menghadapi berbagai tantangan pada fase awal kehidupan.
“Edukasi untuk seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perawatan,” katanya.
Melalui Bunda Parenting Convention 2026, BMHS berharap penguatan layanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan edukasi dan keterlibatan keluarga. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pengasuhan yang lebih kuat sehingga keluarga memiliki bekal yang memadai dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan. ssc/rel