Kamis, 16/07/2026 19:13 WIB

Pramuka Masuk Lapas, Kwarcab Pasbar Perkuat Pembinaan Warga Binaan

1000966321

1000966321

 

Simpang Empat, Sumbarsatu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) 0317 Gerakan Pramuka Pasaman Barat resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu untuk memperkuat pembinaan kepribadian dan karakter warga binaan melalui pendidikan kepramukaan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Lapas Kelas III Talu, Kecamatan Talamau, Selasa (14/7/2026).

Perjanjian ditandatangani langsung oleh Ketua Kwarcab 0317 Pasaman Barat, Risnawanto, dan Kepala Lapas Kelas III Talu, Yongki Yulianto. Kesepakatan itu menjadi langkah awal pelaksanaan program kepramukaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Penandatanganan PKS turut disaksikan Sekretaris Kwarcab Ahmad Romi, Bendahara Srianto, Wakil Ketua Binamuda Paiman, Wakil Ketua Humas dan IT Yudhinal Reviola, Wakil Ketua Abdimasgana Randy Hendrawan, Wakil Ketua Sapraskeu Dr. Ikhwanri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Kwarcab 0317 Pasaman Barat, Risnawanto, mengatakan pendidikan kepramukaan di lingkungan lapas bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berkarakter sehingga siap kembali diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

"Kami ingin menghadirkan pembinaan karakter melalui nilai-nilai kepramukaan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki kepribadian yang lebih baik, percaya diri, dan mampu menjalani kehidupan secara mandiri," ujarnya.

Menurut Risnawanto, kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi, membangun hubungan sosial yang baik, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Ia menjelaskan, nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong akan menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan kepramukaan yang diberikan kepada warga binaan.

Selain itu, ia berpesan agar masa pembinaan di lapas menjadi pengalaman terakhir bagi para warga binaan sehingga setelah bebas mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Kami berharap setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka tidak lagi kembali berhadapan dengan persoalan hukum, tetapi mampu menjadi pribadi yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Talu, Yongki Yulianto, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Gerakan Pramuka merupakan langkah strategis dalam menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi warga binaan.

"Pemasyarakatan bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga membina warga binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum, mandiri, produktif, dan memiliki karakter yang lebih baik," ujarnya.

Yongki menilai nilai-nilai yang diajarkan dalam Gerakan Pramuka, seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, cinta tanah air, serta sikap pantang menyerah, sangat sejalan dengan tujuan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Karena itu, ia berharap program kepramukaan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan dalam memperbaiki diri, membangun kepercayaan diri, serta menata masa depan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan memiliki semangat baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat," katanya.ssc/nir

BACA JUGA