BP Kebudayaan Sumbar Gelar "Sabtu Berbudaya", Hadirkan Atraksi Seni untuk Pemajuan Kebudayaan

Kamis, 16/07/2026 19:49 WIB
-

-

Batusangkar, sumbarsatu.com – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat, Kementerian Kebudayaan, akan menggelar program Sabtu Berbudaya sebagai ruang pertemuan antara pelaku budaya dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong pemajuan kebudayaan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmatias, mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus membangun ruang dialog dan berbagi cerita mengenai kebudayaan.

"Sabtu Berbudaya merupakan upaya kami menciptakan ruang dan waktu bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan berbagi cerita dalam semangat pemajuan kebudayaan secara bersama-sama," kata Nurmatias, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan akan berlangsung secara maraton selama Juli hingga Agustus 2026 sebanyak lima kali di dua lokasi, yakni Kantor BPK Sumatera Barat di Batusangkar dan Padang.

Jadwal pelaksanaan meliputi Sabtu, 18 Juli 2026 di halaman Kantor BPK Sumatera Barat, Jalan Sultan Alam Bagagarsyah, Batusangkar; Sabtu, 25 Juli 2026 di halaman Kantor BPK Sumatera Barat, Jalan Belimbing No.16, Kuranji, Padang; Sabtu, 1 Agustus 2026 di Batusangkar; Sabtu, 8 Agustus 2026 di Batusangkar; serta Sabtu, 22 Agustus 2026 di Padang. Seluruh kegiatan berlangsung pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Menurut Nurmatias, setiap pelaksanaan akan menampilkan beragam atraksi budaya dari sanggar seni, komunitas, hingga kelompok pelajar sebagai bentuk pelestarian sekaligus regenerasi kesenian tradisional di Sumatera Barat.

Untuk pembukaan Sabtu Berbudaya pada 18 Juli 2026 di Batusangkar, masyarakat akan disuguhi pertunjukan wayang kulit bertajuk Sejarah Orang Rantai Sawahlunto oleh Sanggar Kesenian Karawitan Bina Laras dari Sawahlunto.

Selain itu, Sanggar Rantak Rang Salapan Salimpauang akan menampilkan Tari Payung Kasiah Saiyo, Tapuak Galembong RRS, dan Tari Piring Rantak Parindu. Penampilan juga akan dimeriahkan Sanggar SD Negeri 19 Salimpaung melalui Tari Talam dan Tari Warna Dalam Diri, Sanggar SMP Negeri 1 Batusangkar dengan Anak Gadih di Janjang Rumah Gadang, serta Sanggar SMA Negeri 2 Batusangkar yang membawakan pertunjukan Silat dan Tari Bagaluik Raso.

Nurmatias berharap masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang apresiasi terhadap seni budaya lokal sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.

"Kami mengajak masyarakat untuk hadir, menikmati pertunjukan, dan bersama-sama membangun semangat pemajuan kebudayaan. Melalui Sabtu Berbudaya, kami ingin menjadikan kebudayaan sebagai ruang yang hidup, terbuka, dan dekat dengan masyarakat," ujarnya.ssc



BACA JUGA