Kamis, 16/07/2026 19:00 WIB

Aulia Amri Sutan Kerajaan Dikukuhkan sebagai Pucuak Adat Nagari Aia Bangih

adat

adat

Simpang Empat, sumbarsatu.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengapresiasi pengukuhan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan sebagai Pucuak Adat Nagari Aia Bangih melalui prosesi Palewaan Pucuak Adat yang digelar dalam rangkaian Aia Bangih Baralek Gadang di Rumah Gadang Pucuak Adat Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah daerah menilai penguatan kelembagaan adat merupakan fondasi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan saluak dan keris oleh Rang Tuo Rajo sebagai simbol penyerahan amanah kepemimpinan adat kepada Aulia Amri Sutan Kerajaan.

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Jasman Datuak Bandaro Bendang yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail yang mewakili Bupati Pasaman Barat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman Barat Muharram, Camat Sungai Beremas, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekda Doddy San Ismail menyampaikan rasa bangga atas tegaknya kembali payung adat di Nagari Aia Bangih. Menurutnya, pemerintah, tokoh adat, dan alim ulama memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat.

"Pemerintah membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan fasilitas umum. Ninik mamak menjaga moral, tanah ulayat, serta kebersamaan anak kemenakan, sedangkan alim ulama membentengi masyarakat dengan nilai-nilai syariat dan agama," ujarnya.

Doddy menegaskan, seorang Pucuak Adat memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin, pelindung, sekaligus tempat bermusyawarah bagi anak kemenakan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memandang tokoh adat sebagai mitra strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

"Roda pemerintahan dan pembangunan di Pasaman Barat tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan tokoh adat dan pemuka agama," katanya.

Ia berharap pengukuhan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan semakin memperkuat komunikasi, sinergi, dan silaturahmi antara ninik mamak dengan pemerintah nagari, kecamatan, hingga kabupaten demi mewujudkan Pasaman Barat yang lebih maju.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Jasman Datuak Bandaro Bendang menyampaikan ucapan selamat kepada Aulia Amri Sutan Kerajaan atas amanah yang diterimanya sebagai Pucuak Adat Nagari Aia Bangih.

Menurut Jasman, prosesi palewaan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Aia Bangih dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan berharap semangat tersebut dapat menjadi teladan bagi nagari-nagari lain di Sumatera Barat.

Ketua Panitia Aia Bangih Baralek Gadang, Ahdiyarsyah Sutan Nan Gombang, menjelaskan bahwa Palewaan Pucuak Adat merupakan prosesi sakral yang dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah Rang Tuo Rajo sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan adat di Nagari Aia Bangih.

Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam tajuk Aia Bangih Baralek Gadang tidak hanya bertujuan mengukuhkan pemimpin adat baru, tetapi juga menjadi upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda agar memahami nilai-nilai adat sebagai identitas masyarakat Minangkabau.

"Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur," ujarnya.ssc/nir

 

BACA JUGA