phkok
Jakarta, sumbarsatu.com – Dua kabar dari dunia usaha menjadi perhatian pada Kamis (2/7/2026). Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Yoseph resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sementara platform e-commerce Tokopedia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.
Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Yoseph resmi mengundurkan diri dari jabatannya efektif Kamis (2/7/2026). Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah persoalan keterlambatan pembayaran gaji yang dialami sekitar 32.000 pegawai dan pensiunan Pos Indonesia, termasuk sekitar 22.000 pensiunan.
Hingga sehari sebelumnya, para pegawai aktif dan pensiunan dilaporkan belum menerima hak pembayaran gaji mereka.
Daud tidak mengungkapkan alasan pengunduran dirinya. Namun, beredar informasi bahwa ia kecewa karena suntikan dana senilai Rp7 triliun yang dijanjikan Danantara untuk penataan Pos Indonesia belum juga direalisasikan.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan, pada Kamis (2/7/2026), menegaskan bahwa pengunduran diri Daud murni didasari alasan pribadi dan tidak berkaitan dengan isu keterlambatan pembayaran gaji pegawai maupun pensiunan.
Iwan menjelaskan, Daud baru menjabat sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia sejak Maret 2026 setelah ditunjuk oleh Danantara Aset Manajemen. Sebelum memimpin Pos Indonesia, Daud menjabat sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Sementara itu, dari sektor ekonomi digital, platform e-commerce Tokopedia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.
Perusahaan induknya, ByteDance, dikabarkan memangkas sekitar 90 persen pegawai Tokopedia sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi. ByteDance menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah mengakuisisi 75 persen saham perusahaan tersebut pada akhir 2023.
Juru bicara TikTok, pada Kamis (2/7/2026), menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan.
Menurutnya, restrukturisasi dilakukan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
PHK dalam skala besar tersebut menambah daftar penyesuaian organisasi yang dilakukan perusahaan teknologi global di tengah upaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis.ssc/mn