Jum'at, 07/01/2022 20:54 WIB

18 Tahun Pasaman Barat, Gubernur: Jangan Berhenti Berkreasi

Sidang Paripurna memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ke-18 di Kantor DPRD Padang Tujuh, Jumat (7/1/2022) berjalan lancar.

Sidang Paripurna memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ke-18 di Kantor DPRD Padang Tujuh, Jumat (7/1/2022) berjalan lancar.

Pasbar, sumbarsatu.com--Sidang Paripurna memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ke-18 di Kantor DPRD Padang Tujuh, Jumat (7/1/2022) berjalan lancar.
 
Gubernur tekankan membangun dengan terus bergandengan tangan akan lebih cepat di usia yang beranjak dewasa.
 
Pidato Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Devi Kurnia di aula Sidang Paripurna DPRD. 
 
Sidang Paripurna istimewa menyambut HUT Pasbar itu dibuka oleh Ketua DPRD Pasbar Erianto didampingi oleh Wakil Ketua Endra Yama Putra, Daliyus K dan disaksikan anggota DPRD Pasbar. 
 
Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Provinsi Sumbar Devi Kurnia menyampaikan beberapa persoalan pembangunan yang telah dicapai oleh Pasbar dan langkah yang akan dilakukan ke depan di hadapan Bupati Hamsuardi, Wakil Bupati Risnawanto, mantan-mantan bupati, Bupati Pasaman Benny Utama, tokoh politik, tokoh agama dan peserta sidang yang hadir. 
 
"Pada saat ini kita berada dalam kondisi pelaksanaan tatanan kehidupan new normal, pada saat yang bersamaan kita harus bergerak cepat melakukan pemulihan ekonomi dengan melakukan pendekatan dan terobosan pada sektor yang terdampak Covid-19. Saya yakin dan percaya pemerintah daerah, bersama-sama dengan DPRD, Forkopimda serta dukungan segenap lapisan masyarakat akan mampu menjawab seluruh tantangan tersebut," katanya.
 
Ia melanjutkan, pembangunan daerah saat ini memang mengalami berbagai kendala. Tetapi penyelamatan warga harus menjadi perhatian utama meskipun pertemuan fisik antar warga dibatasi namun solidaritas semakin berkembang.
 
Kabupaten Pasbar sejatinya merupakan implementasi nyata dari pemberlakuan otonomi daerah di Indonesia. Kabupaten ini memekarkan diri dengan payung hukum Undang-undang Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat dan mulai efektif terhitung pada tanggal 7 Januari 2004.
 
"Kabupaten Pasbar sebagai bagian dari keluarga besar Provinsi Sumbar tentu bukan perkara yang mudah ataupun terjadi secara instan. Namun telah melalui berbagai tahapan panjang, pemikiran serta kajian mendalam dalam tempo waktu yang tidak singkat. Para penggagas pemekaran Pasbar berkeyakinan bahwa Pasbar mampu," katanya.
 
Ia menambahkan, hari ini, ekonomi boleh mengalami kontraksi, tapi tekad bersama jelas akan kembali bangkit. Kini saatnya kembali bangkit dan merenda asa, merajut mimpi yang tertunda sesaat karena pandemi Covid-19 ini. 
 
"Kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi, walaupun di tengah pandemi yang masih melanda. Mari kita tunjukan bahwa, masyarakat Pasbar adalah pribadi-pribadi yang kuat," ujar Devi Kurnia.
 
Apalagi, Pasbar memiliki potensi yang luar biasa sekaligus menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pasbar adalah sektor perkebunan. Produksi komoditi andalan, yakni kelapa sawit, tetap tumbuh secara konsisten. 
 
Sementara itu, Bupati Pasbar Hamsuardi, mengajak semua lapisan masyarakat untuk bahu membahu membangun Nagari Tuah Basamo. Tanpa kerja sama jelas pembangunan tidak akan berjalan lancar.
 
"Saya bersama Bapak Risnawanto memohon dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan lancar sesuai dengan apa yang sudah kita rancang di dalam visi misi, baik jangka pendek maupun jangka panjang," katanya.
 
Di usia yang ke 18 tahun ini, lanjut Hamsuardi sudah banyak pembangunan yang bisa dirasakan oleh masyarakat, mulai dari Pasbar lahir hingga di usia 18 tahun. Sudah banyak tokoh-tokoh yang mendedikasikan dirinya untuk membangun di Kabupaten Pasbar yang dicintai ini. 
 
"Kita bisa rasakan dan lihat kemajuan Pasbar hingga sekarang. Namun, kita akui masih banyak kekurangan kita di sana sini, angka kemiskinan yang perlu menjadi perhatian kita bersama, memajukan dunia pendidikan. Untuk itu, saya mohon dukungan semua pihak untuk membangun ke depan," ujar Hamsuardi.
 
Ketua DPRD Pasbar Erianto membacakan pidato sidang Paripurna DPRD Pasbar mengatakan bahwa HUT Pasbar di masa pandemi Covid-19 memang dan batasi. Sehingga HUT Pasbar kali ini tidak semeriah di tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi makna dari kegiatan HUT.
 
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 sungguh semua itu sangat terbatas dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan. Tentunya dengan pertimbangan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.
 
"Atas nama Pimpinan DPRD Kabupaten Pasbar , perkenankan kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan DPRD atas Penyelenggaraan Sidang Paripurna Istimewa ke-l masa sidang ke-2 pada hari ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasbar yang ke-18. Semoga penyelenggaraan Sidang Paripurna istimewa ini dapat menjadi daya ungkit semangat kita dalam membangun Kabupaten Pasbar," katanya.
 
Ia melanjutkan, peringatan HUT Kabupaten Pasbar yang ke-18 pada tahun ini akan menjadi sangat istimewa ketika para jajaran pemerintahan beserta masyarakat dan seluruh stakeholder, mampu melakukan refleksi dan evaluasi.
 
"Betapa waktu berganti penuh dengan perjuangan, semangat pengabdian demi mewujudkan cita-cita bersama menjadikan masyarakat Kabupaten Pasbar yang maju dalam segala bidang," tutupnya. (SSC/nir)
 

BACA JUGA