Stok sapi dan kerbau untuk hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah tersedia cukup banyak di Pasar Ternak Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung
Sijunjung, sumbarsatu.com--Stok sapi dan kerbau untuk hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah tersedia cukup banyak di Pasar Ternak Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung.
"Melihat kondisi saat ini tidak ada kelangkaan sapi dan kerbau untuk Hari Raya Iduladha nanti," kata Erleigh Madoni, Kepala UPTD Pasar Ternak Palangki ditemui sumbarsatu di kantornya, Sabtu (19/6/2021).
Lanjut Erleigh Madoni, Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak regional Sumatra. Luasnya 1,5 hektare, dengan 15 los pasar, dan memiliki daya tampung 1.500 hewan ternak. Pada Mei 2021 lalu, jumlah transaksi jual beli sapi 1.184 ekor dan kerbau 470 ekor.
Hewan ternak jenis sapi lokal seperti sapi bali, sapi lampung, dan sapi kampung didistribusikan oleh pedagang dari Sumbar, Riau, Jambi, Sumatra Utara, bahkan Lampung dan Aceh. Dan pembeli berdatangan dari Sumbar dan luar.
Pasar Ternak Palangki juga menyediakan penginapan bagi pedagang yang datang dari jauh, berkapasitas tiga kamar.
Menjelang Hari Raya Iduladha nanti, jumlah sapi dan kerbau di Pasar Ternak Palangki diperkirakan bisa dua kali lipat dari bulan biasanya.
"Mulai dari sekarang harga hewan ternak mulai naik hingga seminggu menjelang Hari Raya Iduladha. Harga pasaran tergantung permintaan," ungkap Erleigh Madoni.
Meski begitu, kata dia, harga tidak terlalu tinggi dari hari biasanya. Harga sapi dan kerbau dipatut untuk kurban.
Sabtu merupakan hari balai (pasar)) di Pasar Ternak Palangki. Namun, pada hari lainnya ketersediaan hewan dan transaksi tetap berlangsung.
Pada Maret 2021 lalu Pasar Ternak Palangki mendapatkan penghargaan dari Mendikbud RI untuk Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yaitu tradisi marosok.
Marosok (Bahasa Minang) dari kata rosok, yang artinya pegang atau raba. Dalam konteks ini Marosok berarti tawar menawar dibalik kain penutup tangan antara pedagang dan pembeli. (Thendra).