Rencana Bengkel Hercules AS di Kertajati Picu Polemik, DPR Minta Pemerintah Waspada

Sabtu, 23/05/2026 06:23 WIB
-

-

Jakarta, sumbarsatu.com — Pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengenai persetujuan Presiden Prabowo Subianto terhadap permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules di kawasan Asia memicu pro dan kontra di ruang publik, terutama di media sosial.

Kelompok yang mendukung kebijakan tersebut menilai kerja sama itu akan memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Selain potensi pemasukan dari sewa fasilitas, Indonesia juga dinilai berpeluang memperoleh alih teknologi, peningkatan kapasitas industri penerbangan, hingga terbukanya lapangan kerja baru di sektor perawatan pesawat.

Namun, pihak yang menolak memandang kerja sama tersebut sebagai sinyal ketergantungan Indonesia terhadap Amerika Serikat di bidang pertahanan. Mereka khawatir penggunaan Bandara Kertajati oleh AS menjadi bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk memperluas pengaruh militernya di Indonesia, terutama dalam konteks rivalitas geopolitik dengan China di kawasan Asia-Pasifik.

Kekhawatiran itu turut disuarakan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin. Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan kerja sama penggunaan Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, benar-benar bersifat industri dan tidak mengarah pada kepentingan pertahanan maupun militer asing.

Menurut TB Hasanuddin, Jumat (22/5/2026) pemerintah perlu menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif serta memastikan tidak ada celah yang dapat dimaknai sebagai pembukaan pangkalan militer asing di Indonesia.

Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat di DPR pada Selasa lalu menjelaskan bahwa dalam kerja sama pertahanan Indonesia-Amerika Serikat, pihak AS mengajukan permintaan penggunaan Bandara Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Permintaan tersebut, kata Sjafrie, telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Kertajati memiliki lahan dan fasilitas yang cukup memadai untuk mendukung pengembangan pusat MRO pesawat Hercules di Asia.

Pesawat angkut berat C-130 Hercules sendiri merupakan produk perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin dan digunakan oleh puluhan negara di kawasan Asia. Kehadiran pusat perawatan regional dinilai dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu simpul strategis industri aviasi dan pertahanan di kawasan.

Meski demikian, polemik mengenai batas antara kerja sama industri dan kepentingan strategis militer diperkirakan masih akan terus berkembang di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.ssc



BACA JUGA