DILo Hackathon Festival Dirayakan dengan Spirit Tinggi Pelaku Digital Kreatif

-

Minggu, 25/11/2018 21:58 WIB
Babak Final Pitching dan Awarding DILo Hackathon Festival 2018  Padang-Pekanbaru dibuka Sulkan General Manager Telkom Witel Sumbar, dan dihadiri Edi Dharma bagian Perekonomian Kota Padang, Sari Lenggoneni (penggiat Pariwisata Sumbar), Presiden IMA Chapter Padang dan Local Communtiy, serta Hari Sungkari, perwakilan dari Bekraf.

Babak Final Pitching dan Awarding DILo Hackathon Festival 2018 Padang-Pekanbaru dibuka Sulkan General Manager Telkom Witel Sumbar, dan dihadiri Edi Dharma bagian Perekonomian Kota Padang, Sari Lenggoneni (penggiat Pariwisata Sumbar), Presiden IMA Chapter Padang dan Local Communtiy, serta Hari Sungkari, perwakilan dari Bekraf.

Padang, sumbarsatu.com—Tahapan akhir dari rangkaian DILo Hackathon Festival 2018 yang dilaksanakan kerja sama dengan Telkom Witel Sumbar, Minggu (25/11/2018) di Kota Padang menghasilkan 3 terbaik.

Babak Final Pitching dan Awarding DILo Hackathon Festival 2018  Padang-Pekanbaru dibuka Sulkan General Manager Telkom Witel Sumbar, dan dihadiri Edi Dharma bagian Perekonomian Kota Padang, Sari Lenggoneni (penggiat Pariwisata Sumbar), Presiden IMA Chapter Padang dan Local Communtiy, serta Hari Sungkari, perwakilan dari Bekraf.  

Diikuti 20 tim peserta, sebelum pengumuman dilakukan sosialisasi dan pengenalan lebih jauh terkait program Indigo yang disamoaikan Debora Komba selaku Management DDS Telkom dan sosialisasi Main API oleh Echa.

Dari 20 tim yang berpartisipasi dalam iven ini, menurut Haris Satria, Manajer Digital Innovation Lounge (DILo), bukan hanya datang dari Sumbar, tapi juga diikuti tim dari Riau, Pekanbaru.

“Final Pitching dan Awarding DILo Hackathon Festival Padang 2018 mengangkat tema "Digital Tourism & Creative Economy", diharapkan hasilnya sebagaiu hasil prototip produk peserta terfokus melakukan power up dari solusi untuk Kota Padang di sector pariwisata,” kata Haris Satria, Minggu (26/11/2018) di Padang.

DILo Hackathon Festival merupakan ajang kompetisi bagi para developer Indonesia untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi terbaik dalam satu malam selama 24 jam.

Menurut Haris Satria, tujuan  dari program ini yaitu untuk mengeksplorasi isu-isu yang dihadapi, membangun dunia kreatif di Indonesia yang lebih baik dan efektif bagi masyarakat Indonesia secara luas serta menumbuhkan perekonomian nasional.

“Kegiatan ini sekaligus untuk mencari bakat dan inovasi teknologi, pesertanya anak muda dari Sumbar dan Riau,” jelas Haris Satria.

Sebelum dilakukan penilaian dewan juru yakni Echa dari (Main Api), Aldo Erianda (Politeknik Negeri Padang), dan Harry Chan (Telkom Witel Sumbar), dan Sari Lenggoneni (penggiat Pariwisata Sumbar), tim peserta mengikuti hackathon selama 24 jam nonstop pada Sabtu (24/11/2018). Selanjutnya dilakukan penjurian tahap I  pada Minggu terfokus menilai teknikalnya, termasuk applicable, solve to problem, business value dan presentasinya.

Berikut hasil akhir 3 tim yang muncul sebagai yang terbaik dalam DILo Hackathon Festival Padang 2018, yaitu:

  1. Juara I Tim Pasan Kini dengan mana aplikasi Pesan Kini, starr up pariwisata dan perjalanan. Sistem Pasan Kini yaitu dengan memberdayakan travel-travel nonresmi. Aplikasi ini berupata agar travel nonresmi menjadi pilihan utama perjalan di daerah oleh masyarakat. Sistem Pasan Kini mampu memberikan jaminan asuransi yang berdampak baik bagi masyarakat untuk keselamatan. Pasan Kini dapat di jalankan pada perangkat android danios.
  2. Juara II Tim Exstu. Nama aplikasi koopdit merupakan aplikasi yang menampilkan informasi mengenai restoran-restoran yang direkomendasikan pemerintah, pemesanan makanan juga dapat dilakukan langsung melalui aplikasi.
  3. Juara III Tim SROne dengan nama aplikasi SROne bergerak di bidang pariwisata berbasis digital.

Sementara itu, untuk terbaik dalam pengembangan ide kreatif ialah Team UKMKo dengan nama aplikasi UKMKo. Aplikasi ini menyasar bagi pelaku usaha jilbab (UMKM jilbab) untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan pelaku usaha seperti informasi penjualan, persediaan, dan best seller. Aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha jilbab.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan Talkshow Padang Tech dengan tema "Digital Tourism & Creative Economy" dengan pemateri Hari Sungkari Debora  dan Sari Lenggogeni. (SSC/Rel)



BACA JUGA