Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Busharmaidi, Bupati Ali Mukhni dan Kabid Industri Agro Irsyad saat di Ruang Rapat Ditjen PPI Kemenperin, Jakarta, Selasa (31/10).
Padang Pariaman, sumbarsatu.com--Kabupaten Padang Pariaman sangat layak didirikan sentra industri kecil dan menengah cokelat untuk wilayah Sumatera Barat.
Hal ini merupakan rencana aksi setelah ditetapkannya Kabupaten Padang Pariaman sebagai sentra kakao di Sumatera bagian barat.
"Kita akui Bapak Bupati sangat gigih pembangunan sentra IKM cokelat. Ini bukti pemimpin yang memperjuangkan anggaran pusat untuk daerahnya," kata Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Busharmaidi saat penyampaian laporan akhir Masterplan Sentra IKM Coklat di Ruang Rapat Ditjen PPI Kemenperin, Jakarta, Selasa (31/10) lalu.
Dijelaskannya bahwa Padang Pariaman telah menyiapakan lahan seluas 5 hektar status tanah negar clean and clear untuk Kawasan Sentra Coklat. Adapun lokasinya berada di Malibou Anai, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, atau dipinggir jalan nasional Padang-Bukittinggi.
"Saat ini kita sudah memasuki tahap akhir pembuatan masterplan Kawasan Sentra IKM coklat. Sementara hasilnya lokasi sangat layak dibangun," kata Busharmaidi.
Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa telah dikeluarkannya Keputusan Bupati Nomor 133/BPP/2017. Kawasan ini berkonsep eduwisata yakni sentra IKM cokelat yang menggabungkan layanan wisata dengan nilai pendidikan tentang pengolahan biji coklelat dari hulu ke hilir.
Untuk kesesuaian tata ruang, tambah Ali Mukhni, telah dimasukkan dalam revisi RTRW yang sedang dibahas tahun ini dan selanjutnya diajukan kepada DPRD.
"Dalam RTRW, kawasan tersebut kita beri nama Kawasan Kayu Tanam. Yang mencakup Malibou anai dan Tarok City," ujar Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengajukan proposal pembangunan sentra IKM cokelat sebesar 18 Milyar kepada Kementerian Perindustrian. Sementara landclearing, Studi Kelayakan dan Dokumen Lingkungan UPL dan UKL dianggarkan pada APBD Padang Pariaman Tahun 2018.
"Jadi dokumen perencanaan sepeti Masterplan, FS, DED dan Amdal kita matangkan tahun ini dan selanjutnya landclearing sehingga bisa dibangun segera," kata Bupati didampingi Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara. (SSC)