Kawasan peternakan sapi SPT Air Runding Kecamatan Ranah Batahan,
Simpang Empat, sumbarsatu.com—Bupati Pasaman Barat H. Syahiran mengajak agar wali nagari dan para camat ikut mendorong masyarakat mengembangkan dan melaksanakan program integrasi sapi dengan sawit di 11 kecamatan masing-masing. Sehingga, dengan begitu petani bisa meningkatkan kesejahteraannya.
“Kita di sini jangan hanya melihat keberhasilan orang saja, tetapi juga hendaknya juga ikut serta beternak sapi di lahan sawit sendiri, sapi jadi gemuk, lahan sawit jadi bersih,” ujar Bupati Syahiran, Sabtu (4/4/2017) saat peresmian operasional Stasiun Pembibitan Ternak (SPT) Air Runding Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.
Peresmian SPT Air Runding tersebut, dilakukan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh I Ketut Diarmita MP, didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Syahiran, Wabup Yulianto, unsur Forkopimda, Sekda Manus Handri, dan jajaran Kepala OPD di Pemkab Pasbar, Dinas Peternakan Pemprov Sumbar, serta dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko, dan bank swasta di Pemkab Pasbar.
Apalagi sebut, Syahiran, saat ini sudah ada penemuan makanan baru untuk sapi yakni batang jagung yang diolah dan bisa disimpan untuk satu tahun. Sehingga, petani tidak akan kewalahan dengan stok makanan ternak. Saat ini petani Pasbar juga dapat bantuan bibit jagung dari Kementrian Pertanian untuk 10.000 hektar. Sementara luas perkebunan yang tersebar di Pasbar mencapai 60.000 hektar.
“Harapan kita agar Bapak Dirjen membantu bibit jagung hibrib internasional, karena pendapatan petani bisa mencapai 6,9 ton, lebih bagus daru bibit jagung hibrida yang selama ini dipakai petani,” sebut Syahiran.
Di samping sapi, dan jagung, imbuh Syahiran, Pemkab Pasbar sedang gencar-gencarnya melakukan tanam sawah yang mencapai 600 hektar. Syahiran berharap, panen nanti bisa dihadiri Menteri Pertanian. Ditambah pula dengan kehadiran pelabuhan Teluk Tabang Air Bangis, akan memperlancar akses pemasaran hasil perternakan, pertanian dan perkebunan ke luar negeri.
Disebutkan, saat ini lahan pembibitan sapi air Runding 2000 hektar adalah kerjasama Pemprov Sumbar, Pemkab Pasbar dan masyarakat adalah pembibitan sapi kedua terbesar setelah lokasi Padang Mengatas Kabupaten Limapuluh Kota. Di lokasi Air Runding ini sudah ada sekitar 500 ekor sapi bali, dan diharapkan akan mencapai 3000 populasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Masih ada lahan masyarakat sekitar 1500 hektar lagi, kalau ini diintergasikan dengan sapi, maka masyarakat akan untung, sawit pun jadi bersih,” tukas Syahiran.
Dirjen Peternakan I Ketut Diarmeta, memberikan apresiasi kepada Bupati Pasaman Barat H. Syahiran yang telah mendorong hadirnya pembibitan sapi.
Dia menyebutkan, perkembangan populasi sapi di tanah air terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk. Indonesia masih kekurangan daging, sehingga harus diimpor dari luar negeri.
Agar mengurangi impor daging, pihaknya mendukung Gubernur dan Bupati meningkatkan populasi sapi sehingga tidak kekurangan daging lagi. Dirjen Peternakan juga telah melaksanakan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) dengan target 3 juta ekor sapi bunting/tahun. Di Sumbar tahun 2018 ditargetkan sapi bunting 75.000 ekor,di Pasbar target kelahiran sapi 4.600 ekor.
Gubernur Irwan Prayitno juga memberikan apresiasi kepada Bupati Syahiran, karena satu-satunya di Indonesia, pembibitan sapi yang dibiayai dengan dana APBD, APBN dan DAK menuju swasembada daging sapi untuk kebutuhan rakyat.
“Harapan kita agar pembibitan sapi Air Runding terbesar kedua setelah Padang Mengatas ini, dapat melengkapi kebutuhan sapi nasional, dan pemerataan ekonomi masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat petani,” sebut Irwan Prayitno.
“Mari terus kita gelontorkan program satu petani, satu sapi. Karena sapi kita juga bisa bersaing dengan sapi impor, maka SPT Air Runding akan terkenal sebagai kawasan percontohan sapi di tanah air, apalagi jika diintegrasikan sapi dengan sawit, Pasaman Barat nanti akan jadi lokasi studi banding orang luar ke sini,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Dirjen Keswan juga sekaligus meresmikan, koperasi serba usaha Karya Muda Mitra Jaya, dan penyerahan surat keterangan layak bibit dalam rangka program pengembangan klaster ketahanan pangan Bank Indonesia dan klaster pembibitan sapi Bali di Kabupaten Pasaman Barat. (SSC)
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Drh. I Ketut Diarmita, didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Pasbar H Syahiran di SPT Air Runding Kecamatan Ranah Batahan, Sabtu (4/4)>>Junir