Fahri Hamzah: Negara-negara Islam Berhentilah Menari dengan Irama Orang Lain

-

Senin, 30/01/2017 07:21 WIB
-

-

Jakarta, sumbarsatu.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajak peserta Sidang Parlemen Negara-negara Islam (PUIC OIC) di Mali - Afrika Barat membangun sekolah, mentradisikan membaca serta meningkatkan hubungan dagang dan investasi sebagai penetapan dasar bagi kemajuan bersama.

Hal tersebut dikatakan Fahri selaku Ketua Delegasi Indonesia dalam Sidang PUIC OIC, melalui rilisnya Sabtu (28/01/2017) dari Mali, Afrika Barat. Sidang berlangsung dari 21 hingga 29 Januari 2017.

Pernyataan tersebut menurut Fahri direspon positif oleh seluruh negara peserta sidang karena pidato dari delegasi negara-negara lainnya sangat didominasi oleh pesimisme atas isu keamanan dan seolah Islam identik dengan terorisme dan anasir teroris memang ada dalam ajaran islam.

"Kita harus berhenti menari dengan irama yang diatur orang lain, kita harus kembali kepada kepercayaan diri pada narasi dan pesan dasar Islam, yaitu salam atau perdamaian. Islam tidak saja berarti pesan damai tetapi Nabi Muhammad juga membawa metode resolusi konflik yang dipraktikan di Makkah kepada suku-suku yang sangat kental kesukuannya," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Di hadapan pemimpin dan anggota parlemen negara-negara Islam Fahri Hamzah juga menyampaikan pidato dengan mengangkat isu baru di luar isu umum yang dibahas oleh negara negara lain. Dia menawarkan sebuah proposal Indonesia bagi dunia Islam agar negara negara Islam segera keluar dari peta isu-isu lama terkait keamanan dan terorisme.

Dunia Islam dalam dua dekade terakhir terus disibukkan oleh isu dan bisnis keamanan dunia. Isu keamanan ini adalah bisinis negara negara maju, itulah cara terakhir bagi kapitalisme untuk bertahan dengan cara menebar kecemasan padahal di belakang itu mereka menjual senjata.

"Kita semua disibukkan dengan isu keamanan sampai tak sempat mengurus manusia dan peradaban. Peradaban Islam mundur dan hancur di mana-mana. Saatnya kini dunia Islam bangkit membangun manusia, membangun ekonomi, mencerdaskan kembali masyarakat dengan membangun sekolah-sekolah terbaik. Pertemuan negara-negara Islam harusnya kita jadikan sebagai ruang untuk membangun blok ekonomi baru dunia,” tegas Fahri dalam pidatonya.

Pidato Fahri Hamzah yang disampaikan dihadapan 41 negara peserta mendapat sambutan meriah dari peserta sidang, diantaranya datang dari Wakil Ketua Majelis Syuro Arab Saudi Dr. Mohammad Amin Ahmad Al Jefri yang menyambut tawaran Indonesia untuk mendorong lebih maju pertemuan parlemen negara OKI dari sebatas ritual membahas keamanan dan terorisme, menjadi lebih maju dimatrialkan menjadi kerjasama ekonomi membangun manusia dan peradaban.

Di samping itu dalam pertemuan bilateral dengan Arab Saudi juga dibahas rencana kedatangan Raja Salman dan Ketua Majelis Syuro Arab Saudi ke Indonesia dan mengadakan pertemuan bilateral dengan parlemen Iraq, Turki, dan Mali. (BAL)

 

Lebaran

BACA JUGA