Besok, Tiga Anggota Dewan Akan Resmikan Gedung Madrasah Tarbiyah Koto Baru

Senin, 04/04/2016 16:33 WIB
Sesudut bangunan baru MTI Koto Baru yang akan diresmikan

Sesudut bangunan baru MTI Koto Baru yang akan diresmikan

Agam,sumbarsatu.com-Tiga Anggota Dewan dari tiga tingkatan akan meresmikan pemakaian ruang gedung baru Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Koto Baru, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Mereka adalah M. Iqbal, SE, MM (anggota DPR RI), Guspardi Gaus, MBA. M.Si (anggota DPRD Sumbar), dan Irvan Amran, S.Ag (Anggota DPRD Agam).

Hal itu dikatakan Ketua Pembangunan, Azwar Syamra, SE, Senin (4/4/2016) di Lubuk Basung.

MTI, yang juga dikenal sebagai Madrasah Tsanawiyah Terpadu Syech H. Djalaluddin itu, diresmikan 1997. Alumninya sudah banyak yang “jadi.” Perhatian alumni terhadap madrasah juga cukup tinggi.

Semula bangunan madrasah berada dekat masjid Assyuhada Koto Baru. Karena ada rencana untuk memperluas bangunan masjid, maka madrasah dipindahkan ke tempat lain, yang letaknya tidak begitu jauh dari masjid. Pembangunan di lokasi baru tersebut, menghabiskan biaya sekitar Rp400 juta.

Kini madrasah tersebut memiliki gedung  baru, yang lebih baik. letaknya pun di pinggir jalan, dan tidak jauh dari masjid, sehingga para santri bisa menjangkau masjid dengan cepat, untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah, atau kegiatan belajar-mengajar yang terkait dengan masjid.

MTI itu kini memiliki santri sekitar 100 orang. Mereka dididik para pendidik guru PNS dan guru madrasah non PNS. Guru PNS diperbantukan Kantor Kemenag Agam. Fasilitas yang tersedia, antara lain ruang belajar dan ruang pustaka seluruhnya berjumlah 6 ruang.

 

Masjid Diperluas

Azwar Syamra mengatakan, semangat warga Koto Baru, Nagari Duo Koto untuk mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sangat tinggi. Baik perantau, maupun mereka yang tinggal di kampung halaman, bahu membahu mendukung pembangunan keagamaan.

“Semua itu berkat kebersamaan, sehingga antara kampung dan rantau terjalin keakraban yang kental. Kondisi demikian memungkinkan pembangunan bisa terlaksana dengan baik, termasuk di bidang keagamaan,” ujarnya.

Berkat kebersamaan kampung dan rantau, pekerjaan perluasan Masjid Assyuhada Koto Baru, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya,bisa terwujud.

Perluasan bangunan masjid, sesuai rencana anggaran biaya (RAB) Rp5,2 miliar. Kondisi saat ini, pekerjaan sudah menelan biaya Rp3 miliar. Melihat kondisi saat ini, diperkirakan sampai tuntas, pekerjaan pembangunan masjid tersebut setidaknya memerlukan dana Rp2,5 miliar lagi.

Menurutnya, dulu bangunan masjid berukuran 18 x 10 meter. Kini dijadikan 28 x 22 meter. Perluasan itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masjid dengan ukuran 18 x 18 meter sudah terasa sempit. Hal  itu dirasakan saat Shalat Jumat, dan acara wirid keagamaan, dan shalat tarawih pada bulan puasa.

“Perluasan bangunan masjid juga atas desakan warga di kampung dan perantau,” ujarnya. (MSM)



BACA JUGA