Koreografer Ali Sukri Menerima Anugerah dari Menteri Pariwisata

KATEGORI SENIMAN SENI PERTUNJUKAN

Jum'at, 05/12/2014 18:11 WIB
Tari Pintu karya Ali Sukri

Tari Pintu karya Ali Sukri

Padang Panjang, sumbarsatu.com—Ali Sukri, koreografer dari Sumatera Barat menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ali Sukri, yang baru mementaskan karyanya pada Indonesian Dance Festival (IDF) Jakarta, merupakan satu dari  delapan seniman dan pelaku seni pertunjukan yang diganjar anugerah.

Penganugerahan kepada 8 seniman seni pertunjukan ini karena dinilai kreativitas dan karyanya bergema dan dapat dirasakan masyarakat. Anugerah ini merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah mengapresiasi kreativitas seniman dan pelaku seni pertunjukan di Tanah Air.

Menurut Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Juju Masunah, wujud peran serta seniman seni pertunjukan yang ada diimplementasikan dengan banyaknya pencipta karya seni yang mendedikasikan hidupnya untuk seni pertunjukan. 

“Maka perlu adanya pengakuan dan penghargaan bagi para pelaku kreatif yang berprestasi di bidang seni pertunjukan Indonesia,” kata Juju Masunah, dalam e-mailnya yang diterima sumbarsatu.com, Jumat (5/12/2014)

Penyerahan Anugerah Seniman Seni Pertunjukan ini  dilakukan pada 9 Desember 2014 di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta. Malam anuregah ini sekalgus pencanangan Ruang Pertunjukan Seni dan Budaya di Kawasan Kota Tua.

Juju Masunah menjelaskan, Ali Sukri menerima penghargaan dalam kategori pelaku/kreator. Dari 33 provinsi di Indonesia, hanya delapan seniman dan pelaku seni pertunjukan yang dinyatakan dewan juri yang berhak  menerima anugerah tersebut.  “Penghargaan diberikan kepada 8 seniman dan pelaku seni pertunjukan.”  

Pelaku kreatif dalam bidang seni pertunjukan mendapat penghargaan atas karyanya sebanyak 8   orang seniman seni pertunjukan, dengan kategori pelaku atau kreator (3 penerima penghargaan untuk tari, musik, dan teater), pengelola seni pertunjukan (2 penerima penghargaan), penyelenggara iven seni pertunjukan (2 penerima penghargaan) dan kritikus (1 penerima penghargaan).

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Ahman Sya mengatakan, era ekonomi kreatif telah menempatkan seni pertunjukan di Indonesia sebagai salah satu sub sektor yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan sosial dan budaya serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Penghargaan terhadap seniman merupakan pendorong untuk memotivasi seniman untuk berkarya, sehingga tujuan peningkatan produktivitas dalam bidang seni pertunjukan akan lebih besar. Penghargaan ini juga bertujuan membuka ruang untuk berkreasi dan berekspresi secara luas dikalangan remaja dan kaum muda seni pertunjukan,” katanya saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.

Ali Sukri kepada sumbarsatu.com menyebutkan, anugerah ini menjadi titik penting dalam karir tarinya.

“Saya mengapresiasi anugerah ini. Dan akan jadi pelecut dari saya untuk berkarya lebih maksimal dan berkerja lebih keras lagi,” katanya. (SSC/NA).



BACA JUGA