Simpang Empat, sumbarsatu.com –Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Pasaman Barat masa bakti 2025–2028 resmi dilantik di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (20/10/2027).
Kepengurusan baru ini diharapkan memperkuat edukasi kesehatan keluarga, khususnya kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi perempuan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat, dr. Heru Widyawarman. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, Kepala Dinas Kesehatan dr. Gina Alecia, serta perwakilan organisasi perempuan lainnya.
Dalam kepengurusan periode 2025–2028, Ny. Wahyu Amalia Heru Widyawarman dipercaya sebagai Ketua IIDI Cabang Pasaman Barat, Ny. Wice Amelia Rafni Deka Putra sebagai sekretaris, dan Ny. Risma Maijoni Hendra sebagai bendahara.
Ketua TP-PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik melalui program-program yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Menurut Sifrowati, IIDI dan TP-PKK memiliki kesamaan visi dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Kesamaan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan keluarga, pengasuhan anak, pemenuhan gizi, serta pentingnya pelayanan kesehatan sejak dini.
Ia juga menyoroti perlunya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), terutama untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Keterlibatan orang tua sangat penting dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini. Karena itu, kolaborasi IIDI, TP-PKK, Posyandu, dan organisasi perempuan lainnya perlu diperkuat agar edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.
Sifrowati mendorong IIDI agar tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui penyuluhan kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, pemenuhan gizi, serta berbagai persoalan kesehatan keluarga.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Pasaman Barat, dr. Heru Widyawarman, menekankan pentingnya menjaga solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat profesionalisme tenaga medis dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang kedokteran.
Ia menyebut berbagai persoalan yang melibatkan dokter dan menjadi perhatian publik, termasuk perbincangan di media sosial, harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Setiap persoalan, menurutnya, perlu disikapi secara bijaksana melalui komunikasi, dialog, dan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
Heru juga mengingatkan bahwa dokter merupakan manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Karena itu, setiap kekurangan dalam pelayanan harus diakui dan diperbaiki secara bertanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan.
Selain profesionalisme, Heru menyoroti pentingnya dukungan keluarga, khususnya istri, dalam menunjang pelaksanaan tugas dokter. Menurutnya, tanggung jawab dan rutinitas profesi kedokteran membutuhkan dukungan moral keluarga agar para dokter dapat menjalankan tugas secara optimal.
Ia berharap IIDI menjadi wadah untuk mempererat hubungan antaranggota, memperkuat dukungan bagi keluarga dokter, serta mendorong berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua IIDI Cabang Pasaman Barat, Ny. Wahyu Amalia Heru Widyawarman, menyampaikan bahwa IIDI merupakan organisasi yang menghimpun istri dokter Indonesia dan memiliki kepengurusan dari tingkat cabang hingga pusat. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendukung pembangunan, terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Wahyu menegaskan, pengurus IIDI Cabang Pasaman Barat siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TP-PKK, DWP, serta organisasi perempuan lainnya dalam menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat memperkuat pelaksanaan program edukasi kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak selama masa bakti 2025–2028. (Ssc/nir)