Kelana Akhir Pekan merupakan program kelas seni berbasis komunitas yang terbuka bagi masyarakat. Pesertanya berasal dari berbagai wilayah, mulai dari sekitar Korong Kasai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kota Padang.
Kelas reguler Kelana Akhir Pekan Angkatan IV dimulai pada 22 Oktober 2026 dan berlangsung hingga April 2027. Pada angkatan keempat ini, KSNT menyelenggarakan tujuh kelas, yaitu teater, musik, tari anak, tari remaja, seni rupa, menulis kreatif, dan silek.
Melalui program ini, KSNT berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran seni sekaligus mendekatkan kegiatan berkesenian dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta diajak mengenali minat, mengembangkan keterampilan, serta mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi bersama peserta lain dalam lingkungan belajar yang terbuka dan kolaboratif.
Pembelajaran di Kelana Akhir Pekan tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. KSNT juga menjadikan seni sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan kritis, serta pembelajaran untuk berinteraksi dan bekerja sama.
Melalui proses belajar yang berlangsung secara rutin, peserta diharapkan semakin memahami bahwa seni dan budaya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wali kelas Kelana Akhir Pekan, Desvy Sagita, mengatakan pengalaman peserta selama mengikuti pembelajaran sama pentingnya dengan hasil karya yang dihasilkan.
Menurutnya, kesempatan untuk bereksplorasi, mencoba hal-hal baru, dan berinteraksi dengan peserta lain dapat membantu mereka mengenali potensi diri sekaligus mengembangkan cara berpikir kreatif.
“Di Kelana Akhir Pekan, peserta mengenali diri, mencoba hal-hal baru, dan belajar menghargai proses. Setiap peserta punya minat, kemampuan, dan cara belajar yang berbeda. Karena itu kami ingin menciptakan lingkungan yang memberi mereka kebebasan bereksplorasi, berani berekspresi, dan tumbuh bersama lewat seni,” ujarnya.
Mentor Tamu Perluas Sumber Belajar
Panggilan terbuka mentor tamu menjadi salah satu upaya KSNT memperkaya pengalaman belajar peserta di luar kelas reguler. Melalui agenda ini, komunitas tersebut ingin mempertemukan peserta dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dari beragam latar belakang.
Kelas mentor tamu dirancang sebagai ruang perjumpaan dan pertukaran pengetahuan. Peserta tidak hanya berkesempatan mengenal bidang baru, tetapi juga belajar secara langsung dari pengalaman orang lain, termasuk keterampilan yang tumbuh melalui pekerjaan, kebiasaan, latihan, maupun aktivitas sehari-hari.
Bidang seni yang dapat diusulkan sebagai materi pembelajaran meliputi musik, teater, tari, penulisan, silek, seni rupa, film, fotografi, komik, serta tata rias dan busana.
KSNT juga membuka kesempatan bagi calon mentor yang ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan di luar bidang seni. Bidang tersebut mencakup pertanian, peternakan, berkebun, memasak, kerajinan tangan, kriya, menjahit, pengolahan bahan pangan, perbaikan barang, dan pengelolaan sampah.
Selain keterampilan praktis, pengetahuan tentang masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan juga dapat menjadi materi pembelajaran. Dengan cakupan tersebut, sumber belajar tidak dibatasi pada pengetahuan formal atau keterampilan artistik, tetapi turut mencakup pengalaman yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, mengatakan panggilan terbuka mentor tamu dimaksudkan untuk memperluas sumber belajar sekaligus mendekatkan seni dengan berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
“Kita sering menyebut seni dan kehidupan sehari-hari seolah dua urusan berbeda. Padahal seni selalu berangkat dari cara orang bekerja, makan, merawat tanah, dan hidup bersama.
Cara sebuah kampung mengelola air, pangan, dan sampahnya juga bagian dari kebudayaan, hanya jarang kita anggap begitu. Kami membuka mentor tamu supaya pengetahuan itu masuk ke kelas dan peserta bisa melihat hubungannya sendiri,” kata Mahatma.
Menurut Mahatma, beragam pengetahuan dan keterampilan yang tumbuh di tengah masyarakat memiliki potensi untuk menjadi sumber pembelajaran. Praktik mengolah pangan, merawat tanah, membuat kerajinan, memperbaiki barang, hingga mengelola sampah, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga memperlihatkan cara masyarakat membangun hubungan dengan lingkungan dan menjalani kehidupan bersama.
Melalui kehadiran mentor tamu, KSNT ingin membuka kesempatan bagi peserta untuk menemukan hubungan tersebut melalui pengalaman belajar langsung.
Pertemuan dengan mentor dari berbagai bidang diharapkan memperluas perspektif peserta mengenai seni, kebudayaan, keterampilan, dan kehidupan sehari-hari.
Pendaftaran Mentor Dibuka hingga 25 Oktober
Pendaftaran calon mentor tamu Kelana Akhir Pekan Angkatan IV dibuka pada 19–25 Oktober 2026. Mentor terpilih dijadwalkan diumumkan pada 29 Oktober 2026, sedangkan kegiatan berbagi pengetahuan berlangsung pada November 2026 hingga Februari 2027.
Setiap mentor dapat mengisi maksimal tiga kali pertemuan. Skema ini memberi ruang bagi mentor untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sesuai bidang yang dikuasai sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal materi di luar pembelajaran reguler.
Calon mentor dapat melakukan pendaftaran dan memperoleh informasi lebih lanjut melalui situs nantumpah.org atau akun media sosial @nantumpah dan @kelananantumpah.
Kelana Akhir Pekan merupakan program kelas seni gratis yang dijalankan KSNT dengan semangat sukarela dan swadaya. Melalui kelas reguler dan agenda mentor tamu, program ini berupaya menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi berbagai kelompok usia, sekaligus mempertemukan seni dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang hidup di tengah masyarakat. ssc/rel\