Simpang Empat, sumbarsatu.com — Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan wirid pengajian bulanan sebagai agenda rutin untuk memperkuat keimanan sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Bupati Yulianto saat menghadiri Wirid Pengajian Bulanan ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di Masjid Agung Baitul Ilmi, Simpang Empat, Jumat (2/10/2026).
Bupati Yulianto mengatakan, wirid bulanan bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi antarsesama ASN serta meningkatkan pemahaman keagamaan.
"Kepada bapak dan ibu kepala OPD, saya mengajak untuk mengikutsertakan seluruh pegawai dalam kegiatan memakmurkan masjid. ASN harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat di lingkungan masing-masing," ujar Bupati Yulianto.
Ia juga mengimbau ASN agar aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kegiatan wirid kali ini menghadirkan Ustaz Fadda Helmi Atamri Lubis, alumni Pesantren Purba Baru, dengan tema mengingat kematian.
Turut hadir anggota DPRD Pasaman Barat, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, staf ahli bupati, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, kepala bidang, Camat Pasaman, dan tokoh masyarakat.
Dalam tausiahnya, Ustaz Fadda Helmi menjelaskan bahwa kematian adalah kepastian yang paling dekat dengan manusia, namun waktu kedatangannya merupakan rahasia Allah Swt. yang tidak diketahui siapa pun.
"Dunia hanya persinggahan semata, tempat mencari bekal dan amal sebanyak-banyaknya. Ketika tiba waktunya, ketika ruh keluar dari jasad, manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Untuk itu, marilah selalu mengingat kematian dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt.," ungkapnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk memperbanyak istigfar karena dapat menghapus dosa, terutama setelah menunaikan salat wajib maupun sunah.
Menurutnya, keutamaan mengingat kematian di antaranya mendorong manusia untuk segera bertobat, lebih rajin beribadah, serta menumbuhkan rasa cukup dan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. (ssc/nir)