Kelangkaan BBM di Pasbar Kian Parah, Harga Pertalite di Pengecer Tembus Rp20 Ribu per Liter

Kamis, 16/07/2026 18:54 WIB
1000952014

1000952014

Simpang Empat, sumbarsatu.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kian membebani masyarakat. Selain sulit diperoleh di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), harga BBM di tingkat pengecer juga melonjak tajam hingga jauh di atas harga resmi.

Berdasarkan pantauan Sumbarsatu.com, harga Pertalite di tingkat pengecer berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter. Sementara Pertamax dijual sekitar Rp20.000 per liter. Adapun solar dijual dengan harga Rp15.000 hingga Rp30.000 per liter, tergantung lokasi dan ketersediaan.

Kelangkaan BBM juga terlihat di hampir seluruh SPBU di Pasaman Barat. Dari 10 SPBU yang dipantau, antrean kendaraan mengular sepanjang hari untuk mendapatkan Pertalite maupun solar. Tidak jarang masyarakat harus menunggu berjam-jam, bahkan menginap di dalam kendaraan karena pasokan BBM belum juga tiba.

Meski petugas SPBU belum beroperasi, puluhan truk, mobil pikap, minibus, hingga kendaraan pribadi tetap bertahan dalam antrean dengan harapan pasokan BBM segera datang. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar SPBU.

"Sekarang mencari BBM sangat susah, Bang. Entah bagaimana nasib negara kita. Seolah-olah para pejabat di atas tidak peduli dan tidak mau mencari solusi atas penderitaan masyarakat ini," keluh Afdol, salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi.

Afdol mengaku telah beberapa malam tidur di dalam mobil demi mendapatkan Pertalite untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Kami tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa atas kesulitan mendapatkan BBM ini," ujarnya.

Kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok.

Menurut warga lainnya, Alfian, biaya distribusi barang ikut meningkat akibat sulitnya memperoleh BBM dan naiknya harga bahan bakar nonsubsidi.

"Harga sembako juga naik. Sulitnya mendapatkan BBM ditambah kenaikan harga Pertamax beberapa waktu lalu membuat biaya hidup semakin berat, sementara pendapatan kami tidak bertambah. Kehidupan sekarang benar-benar sulit," katanya.

Masyarakat berharap pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM di Pasaman Barat agar aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari warga tidak semakin terganggu.ssc/nir



BACA JUGA