Pariwisata dan Budaya Dinilai Mampu Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 27/06/2026 10:36 WIB

Tanah Datar, sumbarsatu.com — Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa sektor pariwisata dan budaya memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengembangan kedua sektor tersebut mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Afriansyah saat menghadiri Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (25/6/2026).

Ia mengatakan, penyelenggaraan festival budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian warisan budaya dan identitas bangsa, tetapi juga berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas usaha dan terbukanya peluang kerja.

"Setiap wisatawan yang datang akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hotel dan homestay terisi, rumah makan serta usaha kuliner meningkatkan omzet, sektor transportasi bergairah, produk UMKM terjual, pelaku ekonomi kreatif memperoleh pasar, dan seniman serta pekerja budaya mendapatkan ruang untuk berkarya," ujar Afriansyah.

Menurutnya, besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata dan budaya menjadikan keduanya sebagai instrumen penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Festival budaya bukan sekadar menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Afriansyah menambahkan, pembangunan ketenagakerjaan harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi unggulan daerah. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti perhotelan, kepemanduan wisata, tata boga, manajemen penyelenggaraan acara, hingga desain produk ekonomi kreatif.

"Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata di daerahnya sendiri. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar peluang ekonomi yang tumbuh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal," ujarnya.

Selain menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, Kemnaker juga terus mendorong penguatan kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja agar UMKM mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"UMKM harus terus naik kelas. Produk unggulan daerah tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga harus mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," katanya.

Afriansyah juga menekankan pentingnya transformasi digital dan pengembangan talenta muda dalam mendukung promosi pariwisata dan budaya. Menurutnya, generasi muda perlu didorong menjadi kreator konten, pemasar digital, serta pelaku ekonomi kreatif yang mampu memperkenalkan potensi daerah ke tingkat global.

"Ketika budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM berkembang, kesempatan kerja akan semakin terbuka, sehingga kesejahteraan masyarakat pun meningkat," pungkasnya.ssc



BACA JUGA