Warga di Nagari Garabak Harus Kaya Raya untuk Bangun Rumah

HARGA SEMEN RP200 RIBU PER ZAK

Sabtu, 28/10/2017 10:20 WIB
Jalan di Nagari Garabak Data

Jalan di Nagari Garabak Data

Arosuka, sumbarsatu.com--Nagari Garabak Data, kecamatan Tigo Lurah, masih terus berharap agar pemerintah daerah kabupaten Solok dan Sumatera Barat, bisa memperbaiki akses jalan dari pusat Kecamatan Tigo Lurah.

Nagari yang berpenduduk lebih dari 3089 jiwa ini, belum tersentuh oleh pembangunan, bahkan satu jorong di Nagari Garabak Data, yakni Jorong Lubuk Tareh saja, lebih dekat ditempuh dari daerah Banai, yang masuk Kabupaten Dharmasraya, dari pada dari pada pusat Nagari Garabak sendiri.

Wali Nagari Garabak Data, Perdinal mengatakan pada sumbasatu di Arosuka, Sabtu (28/10/2017), bukanlah cerita dongeng atau sinetron, kisah Garabak Data adalah kisah sebenarnya.

“Untuk membangun saja, harga semen mencapai Rp200 ribu per sak atau kalau dekat Rp 150 ribu. Jadi harus punya uang banyak kalau mau membangun rumah sederhana saja, tapi dengan bahan material yang mahal dan sangat tinggi,” jelas Pardinal.

Dirinya juga berharap agar Pemkab Solok, Sumbar dan Kemeterian PDT atau pemerintah pusat, secara bersama-sama mencari solusi untuk membuka nagari Tigo Lurah dari keterbelakangan.

Diakui Pardinal, selain terkendala masalah hutan lindung, karena skenario pemerintah pusat yang tidak mau membuka hutan lindung, maka Gerabak Data adalah masuk wilayah yang terzalimi karena kebijakan hutan lindung tersebut.

“Kalau memang hutang lindung kendalanya, kan Pemerintah Kabupaten atau Provinsi bisa mengajukan ke pemerintah pusat masalah ini. Toh Bayang Pesisir Selatan hingga Alahan Panjang saja bisa kok kalau serius,” jelasnya.

Disebutkannya, setiap musim kampanye, baik kampanye caleg atau Pilgub serta Pemilihan Bupati, warganya selalu dijanjikan yang manis-manis. Namun setelah mereka duduk, rata-rata mereka lupa sama janji.

“Masyarakat di sini benar-benar kecewa dengan anggota dewan dan kepala daerah,” tutur Pardinal.

Dia membayangkan, bila musim hujan tiba, akses jalan ke Garabak Data dari Batu Bajanjang, lebih parah dari pada sawah siap tanam.

Garabak Data menurutnya, selain belum tersentuh oleh pembangunan, baik jalan beraspal, listrik, air bersih dan juga alat komunikasi, nagari itu juga masih terisolir dari dunia luar.

Garabak Data yang terdiri dari tiga jorong, yakni jorong Garabak, jorong Data dan Lubuk Tareh. Sementara jarak jorong yang satu dengan jorong lain mencapai 30 kilo dan itupun harus melintasi jalan setapak dan hutan belantara dan ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari tujuh jam.

Sementara jarak antara jorong Garabak dan jorong Data, ditempuh dengan menggunakan kuda beban atau ojek.

“Bila kita naik ojek, mungkin sama banyak jalan kakinya dari pada naik motornya, karena kondisi jalan tanah penuh lumpur dan itupun dengan biaya lebih dari Rp150 ribu,” tutur Pardinal.

Sementara Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Sumbar, menurut Pardinal, juga tidak mau ambil resiko dan hamya berjanji-janji saja akan mencari solusi.

“Saya pernah bertanya kepada pejabat di Dinas Kehutanan, tetapi tidak ada yang serius membantu nagari Tigo Lurah. Bahkan Pemerintah Kabupaten Solok dan DPRDnya hanya janji tinggal janji mau membebaskan Tigo lurah dari keterbelakangan,” tutur Pardinal. (DW)

Kondisi jalan dari pusat Kecamatan Tigo Lurah ke Nagari Garabak Data.

 



BACA JUGA