Pakar Gempa Pimpin Dewan Dakwah Sumbar

PROGRAM PEMETAAN DAKWAH KONTEMPORER

Senin, 08/08/2016 17:40 WIB
Badrul Mustafa Kemal (tengah) dalam Rapat Formatur DDII Sumbar (1)

Badrul Mustafa Kemal (tengah) dalam Rapat Formatur DDII Sumbar (1)

Padang, sumbarsatu.com—Tim Formatur yang diamanahi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Barat, akhirnya  berhasil memilih nakhoda baru.

Muswil Dewan Dakwah Sumbar yang digelar pada 23-24 Juli 2016 di Komplek Asrama Haji Kota Padang, menunjuk Tim Formatur yang terdiri 9 orang. Tim itu adalah Amlir Syaifa Yasin MA, Prof H Yaswirman MA, Dr Badrul Mustafa Kemal DEA, Dr Ahmad Kosasih Mag, H Afdhal, Zulkifli SAg MM,  H Ali Amran SPd, H Hamid Alqadri MsTr, dan Usmar Marlen Lc.

Melalui rapat pada 6 Agustus 2016, Tim Formatur memilih Badrul Mustafa Kemal sebagai Ketua Dewan Dakwah Sumbar periode 2016-2020. Sedang mantan ketua Ahmad Kosasih menjadi Ketua Majelis Pakar. Adapun Ketua Dewan Pembina Yarsi Sumbar, Prof Yaswirman, ditunjuk sebagai Ketua Majelis Syuro.

Badrul Mustafa Kemal, yang dalam Muswil Dewan Dakwah Sumbar bertindak sebagai Ketua Steering Committe, adalah alumni ITB tahun 1984.

Ia kemudian merampungkan studi master di University Bordeux I, Prancis (1989), dan menggondol  gelar DEA (Diplôme d'Études Approfondies) di bidang Tectonics Geodynamics pada University Pierre et Marie Curie (1993).

Mantan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Andalas (Unand) Padang, ini banyak melakukan riset di bidang tektonik, mitigasi bencana, dan lingkungan hidup.

Sebagai salah satu kader Bang Imad (Dr Imaduddin Abdurrahim), Badrul Kemal bukan ilmuwan di belakang meja. Ia juga seorang aktivis dakwah dan berkiprah melalui Dewan Dakwah Sumatera Barat. Bahkan dia tak segan berdakwah sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

Sejumlah fokus program Dewan Dakwah Sumbar di era kepemimpinan Badrul Mustafa Kemal adalah pemetaan dakwah kontemporer Sumatera Barat, kaderisasi da’i lewat Akademi Dakwah Indonesia, dan Intensifikasi Dakwah Khusus di daerah rawan pemurtadan seperti Mentawai, Pasaman, dan Bukittinggi. (SSC)

 



BACA JUGA