Agam,sumbarsatu.com-Musim hujan merupakan saat menderita bagi petani jagung. Pasalnya, mereka tidak bisa mengeringkan jagung yang sudah dipipil, seperti disampaikan petani sekaligus pedagang pengumpul jagung di Lubuk Basung,A. Dt. Indo Marajo, Rabu (10/2/2016).
Menurutnya, sejauh ini petani jagung di Agam, khususnya di Agam belahan barat, masih mengandalkan panas matahari. Bila matahari tidak bersinar,karena terhalang hujan, maka petani jagung akan kesulitan.
“Bila hujan berkepanjangan, adakalanya jagung pipil petani rusak, karena tidak bisa dikeringkan dengan baik,” ujarnya.
Untuk mengatasinya, diperlukan mesin pengering. Namun petani belum mampu membelinya,baik secara pribadi, maupun secara berkelompok. Karena itu, Dt. Indo Marajo berharap Pemkab Agam membantu pengadaan mesin pengering biji jagung dimaksud.
“Kami sangat berharap,kiranya Pemkab Agam bersedia membantu pengadaan mesin pengering biji jagung, agar kami tidak selalu kesulitan di musim hujan,” ujarnya pula, yang diamini rekan-rekannya sesama petani jagung.
Jagung kini banyak diminati petani,sebagai tanaman pengganti padi. Penyebabnya, harga jual jagung relatif stabil, dan perawatan tanaman tidak begitu sulit.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Kabupaten Agam, melalui Sekretaris Dipertahornak, Ir. Arief Restu, M.Si, mengatakan untuk saat ini pihaknya belum menganggarkan pengadaan mesin pengering biji jagung, sesuai kebutuhan petani. (MSM)